Berita

Sugianto Kusuma/net

Hukum

SUAP PODOMORO

Catat! KPK Masuk Angin Kalau Bos Agung Sedayu Group Lolos

SABTU, 09 APRIL 2016 | 21:48 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masuk angin kalau tak ikut menjerat bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan dalam perkara dugaan suap terkait proyek reklamasi teluk Jakarta yang sudah menjerat Ketua Komisi D DPRD DKI (nonaktif), M. Sanusi.

Begitu dikatakan Koordinator LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu malam (9/4).

‎"Momen ini harus dimanfaatkan untuk menunjukan KPK masih layak dipercaya rakyat untuk berantas korupsi‎," sambungnya.


‎Boyamin yakin, para penyidik di lembaga antirasuah sudah mengantongi cukup bukti terkait dugaan keterlibatan Aguan di suap yang berasal dari Agung Podomoro Land tersebut.

‎"Indikasi pencekalan yang dilakukan hanya sehari setelah penangkapan dan sekarang salah seorang direktur Agung Sedayu juga ikut dicekal, maka hal ini semakin memperkuat dugaan keterlibatan Aguan," tegas dia.‎

Oleh karena itu, Boyamin menyarankan KPK untuk tidak tertutup dan tebang pilih dalam penanganan kasus suap yang disebut Grand Corruption tersebut.‎

"KPK harus segera beri kepastian. Kalau memang (Aguan) bisa ditetapkan sebagai tersangka, maka harus segera ditetapkan, biar nantinya pengadilan tipikor akan memutus bersalah atau bebas," demikian pengacara mantan Ketua KPK, Antasari Azhar ini. [sam]‎

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya