Berita

ilustrasi/net

Koperasi Berpeluang Kelola Bisnis Pariwisata

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 02:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pariwisata merupakan industri yang menjadi salah mesin penggerak ekonomi nasional. Hal itu terlihat dari sektor pariwisata tumbuh pesat dan mampu mempertahankan pertumbuhan yang tinggi.

"Beberapa tahun terakhir sektor pariwisata membuat kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan devisa," kata Deputi Kementerian Koperasi dan UKM, Wayan Dipta, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 7/4).

Wayan Dipta menjelaskan, jumlah wisatawan terus meningkat. Pada 2015, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kunjungan wisatawan mancanegara pada 2015 mencapai 10,41 juta kunjungan melampaui target pemerintah, yakni 10 juta kunjungan.


Pada 2016, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan target kunjungan wisatawan ke Indonesia tahun 2016 sebesar 272 juta wisatawan. Jumlah tersebut terbagi atas 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta wisatawan nusantara.

Dari kunjungan wisatawan mancanegara tersebut, pemerintah memproyeksikan Indonesia akan menerima pendapatan devisa sebesar Rp 172 triliun. Kemudian, untuk wisatawan nusantara ditargetkan jumlah pengeluaran mencapai Rp 223 triliun.

Pengelolaan pariwisata berkembang pesat. Setiap destinasi bersolek agar mampu bersaing mendapatkan kue belanja wisata. Daerah-daerah berlomba menawarkan keunggulan potensi wisatanya. Jenis wisata juga terus berkembang, mulai perhotelan, kapal wisata, agrowisata, wisata alam, kuliner dan sebagainya.

"Namun pengelolaan bisnis wisata ini didominasi swasta baik oleh modal asing maupun investor lokal yang kurang menyentuh kesejahteraan masyarakat sekitar. Adapun koperasi, sebagai salah satu badan hukum Indonesia masih menjadi pemain minoritas dalam bisnis pariwisata," jelasnya.

Itu sebabnya, sambungnya, Kementerian Koperasi dan UKM berupaya mendorong keterlibatan koperasi masuk mengelola dan mengembangkan destinasi pariwisata. Tujuannya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan pariwisata berbasis komunitas sehingga menyejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.

Menurut Wayan Dipta, koperasi potensial dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata. Kemenkop UKM menjadikan pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata sebagai program unggulan. Kemenkop memberikan fasilitas dan bantuan yang bersifat stimulan sebagai modal koperasi.

Kemenkop UKM juga secara serius mengembangkan model desa wisata yang dikelola oleh koperasi. Ada delapan desa wisata yang mendapat pembinaan Kemenkop UKM, yaitu Kabupaten Samosir, Sumatera Utara; Desa Sesaot dan Desa Banyumulek di NTB; Taman Laut 17 Pulau dan Kabupaten Ngada dan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT; Kampung Mempura, Riau; Danau Lut Tawar, Aceh Tengah; Candi Borobudur, Magelang.

"Koperasi yang di masing-masing daerah wisata bergerak menjalankan berbagai usaha, antara lain penataan homestay, kapal wisata, penataan UKM sekitar obyek wisata," demikian Wayan Dipta. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya