Berita

ilustrasi/net

Indonesia Harus Investigasi Dokumen Panama Papers

RABU, 06 APRIL 2016 | 00:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Panama Papers mengguncang dunia internasional, termasuk Indonesia. Panama Papers merupakan dokumen yang disusun dan dibocorkan Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).

Dokumen ini meliputi data transaksi rahasia keuangan para pimpinan politik dunia, skandal global, dan data detail perjanjian keuangan tersembunyi para pengemplang dana, pengedar obat-obatan terlarang, miliarder, selebriti, bintang olahraga, dan lai-lain.

Dalam dokumen ini, sejumlah sejumlah nama besar di Indonesia ditemukan. Pun demikian dengan nama-nama sejumlah perusahaan. Bahkan, ada 2.961 nama individu ataupun perusahaan yang muncul saat kata kunci "Indonesia" dimasukkan.  Selain itu, pada laman yang sama pun, muncul 2.400 alamat di Indonesia yang terdata dalam kolom "Listed Addresses".


Menurut Direktur Eksekutif Auklarung Institut, Dahroni Agung Prasetyo, kasus Panama Papers ini merupakan bagian dari perang intelijen dunia. Ada peperangan di antara negara-negara raksasa.

"Kepentingannya bukan semata terkait dengan persoalan da sistem keuangan global, tapi tantu saja ada motif politik di tengah geopolitik yang kian mengguncang. Khususnya juga terkait dengan kondisi di Suriah," kata Agung kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (5/4).

Namun demikian, Agung menegaskan, bahwa persoalan ini juga harus diinvestigasi oleh pemerintah Indonesia. Sebab nama-nama yang mucul merupakan nama-nama besar yang juga dikenal mempunya jaringan politik yang mengakar.

"Ini memang bukan isu populis di tengah rakyat. Namun bila nama-nama indovidu dan persuahaan asal Indonesia itu benar, ini merupakan skandal besar," demikian Agung. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya