Berita

Bisnis

BLOK MASELA

Keputusan Jokowi Gempa Politik Berdampak Tsunami Bagi Kelompok Neolib

MINGGU, 27 MARET 2016 | 16:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Presiden Joko Widodo menetapkan kilang pengolahan gas Blok Masela dibangun di darat (onshore) mengguncang keras kekuatan kelompok fundamentalis pasar (neolib) di pemerintahan yang saat ini jaringannya dipimpin Kuntoro Mangkusubroto.

Begitu disampaikan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/3). Sebab, katanya, keputusan Jokowi tersebut bukan saja membuat Kuntoro cs harus mempertanggungjawabkan secara moril dan materil atas kegagalan offshore (di laut) yang mereka janjikan kepada Inpex/Shell, tapi juga bakal menggusur mereka dari pusat kekuasaan.
 
"Pilihan Presiden jelas dan lugas. Bukan perkara teknologi dan perhitungan keekonomian yang njelimet dan pasti mengundang perdebatan tiada habis-habisnya, tapi dasarnya logika dan akal sehat yang berbasis Konstitusi," kata Adhie.
 

 
"Setelah dua tahun memerintah, dengan kasus Blok Masela ini Presiden jadi lebih memahami bahwa untuk menjalankan logika dan akal sehat berbasis Konstitusi ternyata memerlukan energi besar dan kehati-hatian, karena kekuatan kaum fundamentalisme pasar di pemerintahan memang sangat kuat dan dominan, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral," sambungnya.

Jaringan Kuntoro yang perbedaan garis politiknya terkuak lewat Blok Masela dan Freeport selain Menteri ESDM Sudirman Said adalah Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, dan Johan Budi yang menurut Adhie sebaga pendatang baru. Keberpihakan Johan Budi dalam jaringan Kuntoro terkuak ketika atas nama staf khusus Komunikasi (sejumlah media menyebutnya Jubir Presden), dia membantah pernyataan Menko Maritim dan Sumberdaya Rizal Ramli yang menyatakan pemerintah cenderung memilih Blok Masela dikelola di darat.

Menurut Adhie Massardi yang juga Sekjen Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), Presiden Jokowi niscaya akan menggunakan momentum Blok Masela untuk membersihkan pemerintahan (kabinet dan lingkar dalam Istana) dari kaum neolib, yang nyaris menjerumuskannya ke skandal pelanggaran konstitusi berat dan tindak pidana korupsi.
 
"Masih hangat dalam ingatan, atas desakan MenESDM Sudirman Said Cs, Presiden nyaris menandatangani perpanjangan kontrak PT Freeport secara melawan hukum, membangun storage BBM sia-sia yang akan merugikan kocek Pertamina 2,4 miliar dolar AS," katanya.
 
"Semua itu berhasil digagalkan dengan konsekuensi adanya kegaduhan politik. Termasuk pembatalan pipanisasi BBM Pertamina di Jawa seharga 5,3 miliar dolar AS yang akan mematikan bisnis jasa angkutan tangki swasta, pungutan ilegal BBM Rp 200/liter (kali 40 juta kiloliter/tahun) yang akan dijadikan ladang korupsi ala dana non-budgeter di masa Orde Baru," tukas Adhie.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya