Berita

foto: net

Kemenpar Galakkan Pariwisata Lewat Kuliner Nusantara

MINGGU, 27 MARET 2016 | 09:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Masakan atau kuliner nusantara bisa menjadi "senjata" untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Teste, selera lidah, makanan, bisa membuat orang ketagihan, jatuh cinta, dan kangen untuk mencari dengan jenis makanan itu lagi.

"Soal potensi makanan Indonesia? Tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja, ini perlu manajemen tersendiri yang selama ini belum banyak investor yang melirik. Juga belum dipromosikan secara masif di seluruh penjuru dunia," Kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Minggu (27/3). Menpar sejak tahun lalu sudah mengundang investor restoran untuk mengembangkan masakan Indonesia ke luar negeri.

Tahun 2016, boleh jadi menjadi pembuka pintu promosi melalui masakan Indonesia, dengan pasar Tiongkok. Pasalnya, pada 16 April 2016 nanti, masakan Indonesia bisa dijumpainya di Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok. Ini adalah strategi baru Kemenpar untuk menggaet wisman asal Negeri Panda itu. Restoran itu akan didesain mudah diingat oleh penduduk di kawasan Hefei. Desainnya simpel, hangat, dan taste masakannya dibuat Indonesia banget.


Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana menambahkan brand restoran itu sendiri, dengan konsep Wonderful Indonesia. Nama itu lebih punya daya ledak yang dahsyat lantaran sudah mendapatkan banyak penghargaan internasional. Dari gelar juara dunia wisata halal hingga pulau terindah di dunia sudah berhasil dimiliki.

"Kami memang memiliki format baru dalam promosi Wonderful Indonesia. Agar lebih permanen dan lebih familiar, kami membuka Restoran Wonderful Indonesia di Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok, 16 April 2016," terang Pitana, yang didampingi Vinsensius Jemadu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Asia Pasifik, Sabtu (26/3).

Alasannya masuk akal. Maklum, penduduk Anhui sekitar 80 juta jiwa. Sementara yang bermukim di Ibukota Hefei sekitar 8 juta jiwa. Bagi Pitana, membuka restoran di sana akan membuat branding Wonderful Indonesia semakin tertanam di tiap penduduk Hefei. Utamanya, saat melewati Wonderful Indonesia Restaurant. "Sekali mem-branding restoran yang namanya sudah sangat promotif, Indonesia bisa sekaligus promosi masakan khas di Tiongkok. Untungnya ganda," ungkap dia.

Vinsensius Jemadu ikut buka suara. Menurutnya, kuliner adalah produk budaya. Dari penjelasannya, ada beberapa kuliner khas Indonesia yang cocok di lidah penduduk Tiongkok. Dan semua kuliner Indonesia yang disuka masyarakat Tiongkok akan disajikan di Wonderful Indonesia Restaurant. "Nanti akan ada menu rendang, nasi goreng, satay, soto ayam, sop buntut, rawon dan aneka seafood rasa Indonesia. Itu sengaja kami tampilkan karena masyarakat Tiongkok menyukai rasa pedas dan gurih," ujar Vinsensus.

Restoran ini merupakan hasil kerjasama dengan investor lokal Tiongkok yang sebelumnya sudah berbisnis restoran juga. jika restoran di Hefei ini sukses, tahun ini Kemenpar juga akan membuka 10 restoran di lokasi lain. Tentunya akan menggunakan nama Wonderful Indonesia juga. "Luas restorannya 400 meter persegi dengan koki Indonesia dua orang. Nantinya Wonderful Indonesia Restaurant akan siap menyajikan 30 jenis makanan Indonesia," terang Vinsen.

Menariknya, perwakilan marga Chen yang jumlahnya sekitar 80 juta di seluruh dunia akan hadir saat launching nanti. Bahkan petinggi-petingginya pun sudah confirm datang ke acara launching Wonderful Indonesia Restaurant. "Gubernur dan jajarannya, termasuk CNTA Anhui akan hadir. Bagi saya, diplomasi kuliner merupakan soft power paling efektif untuk promosikan pariwisata Indonesia di Tion," tukas Vinsen. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya