Berita

Politik

Airlangga Akan Bangun Kursus Politik Bagi Kader Golkar, Kalau...

RABU, 23 MARET 2016 | 21:20 WIB | LAPORAN:

Calon Ketua Umum (Caketum), Airlangga Hartarto (AH) berencana membangun kursus politik bagi kader Golkar. Kursus akan bekerjasama dengan perguruan-perguruan tinggi yang ada di tanah air.

"Kursus bisa 1-2 minggu. Paling lama satu bulan," kata AH dalam silahturami dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I (propinsi) dan DPD (kabupaten/kota) II se-propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Rabu (23/3).

Dalam acara itu, Airlangga didampingi tim sukses seperti Lawrence Siburian dan Indra J Piliang. Sementara dari DPD, dihadiri seluruh pimpinan DPD I dan II, dipimpin langsung Ketua DPD I Moh. Suhaili. Selama tiga hari terakhir, AH melakukan roadshow ke tiga propinsi yaitu Bali, NTT dan NTB. Roadshow dalam rangka perebutan Ketum pada Munas yang akan dilakukan Mei mendatang.


Airlangga menjelaskan, kursus politik sangat penting bagi kader sebagai dasar dan modal bagi pengembangan diri. Kurus juga untuk mempersiapkan mereka dalam mengemban jabatan publik seperti anggota legislatif atau kepala daerah.

Selain itu, kursus bertujuan agar kader punya pengetahun tentang pembangunan pemerintah yang bersih, cara pengelolaan partai yang profesional, dan pembangunan kaderisasi.

"Pada tahap awal, kursus diprioritaskan kepada mereka yang berada dalam jajaran fungsional. Mereka dipersiapkan untuk pemilu 2019 nanti, baik di daerah maupun di pusat. Setelah pemilu, baru masuk ke kader-kader yang siap ikut pilkada," tutur Airlangga.

Anak mantan Menteri Koordinator Industri dan Perdagangan di zaman Presiden Soeharto, Hartarto Sastrosoenarto ini mengemukakan kurus tidak dipusatkan di Jakarta, tetapi dilakukan di daerah-daerah. Para pengurus, baik di pusat dan daerah melakukan kerjasama dengan kampus-kampus di wilayah masing-masing.

"Pengurus pusat hanya siapkan modul sebagai arahan. Pelaksananya ada di daerah-daerah," ujarnya.

Airlangga menambahkan kursus hampir serupa dengan program dilakukan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) saat ini. Setelah kursus, para kader akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat itu sebagai salah satu pertimbangan untuk dipilih sebagai calon legislatif atau calon kepala daerah.

Saat ditanya mengenai pembiayaan kursus, dia kemukakan kombinasi antara partai dan kader. Partai membantu, tetapi para kader juga ikut partisipasi. Tujuannya supaya peserta kursus memiliki tanggung jawab dan semangat mengikuti kursus.

"Kalau dibayarkan penuh oleh partai, nanti mereka tidak serius. Harus ada partisipasi dari kader," tutupnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya