Berita

Arief Poyuono/net

Petinggi Gerindra Dukung Sopir Taksi Kepung Istana

SELASA, 22 MARET 2016 | 11:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono mendukung aksi unjuk rasa yang dilakukan sopir angkutan umum darat, di Jakarta, Selasa (22/3). Aksi yang didominasi oleh sopir taksi di pusatkan di gedung MPR/DPR/DPD dan Istana Negara.

Massa aksi yang berjumlah ribuan orang ini menuntut agar Pemerintah menutup transportasi berbasis aplikasi (seperti Uber Taxi, Grab dan GoJek) karena melanggar UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Menurut Arief, persoalannya bukan pada moda transportasi yang cuma mengedepankan tarif yang murah dan mudah diakses melalui jaringan internet. Tapi, yang terpenting dalam moda transportasi adalah pelayanan transportasi yang berbasis safety transportation bagi masyarakat.


Ia menjelaskan, sistim KIR kendaraan umum untuk barang dan manusia sebenarnya adalah sebuah kontrol Pemerintah sebagai regulator untuk mengawasi sarana transportasi yang digunakan oleh operator.

"Nah apakah GoJek, Uber Taxi, Grab dan transportasi berbasis online itu diawasi oleh regulator dengan sistim kelayakan sarana transportasinya. Jika tidak diawasi oleh Pemerintah maka akan berpengaruh dengan keselamatan pengunanya," ungkap Arief, yang juga Ketua Umum Serikan Pekerja BUMN Bersatu.

Jadi, lanjut Arief, Pemerintah jangan seperti orang dungu kalau transportasi berbasis online itu merupakan pelanggaran UU transportasi. Menurutnya, kalau memang transportasi berbasis online mau dilegalkan, silahkan saja. Buat aturan yang jelas dan tidak diskriminasi dengan angkutan umum konvensional.

"Karena itu saya mendukung penuh aksi supir taksi, angkot dan bajaj untuk terus membajiri Istana Negara," ungkapnya.

Arief juga menghimbau kepada semua buruh untuk mendukung aksi besar-besaran para supir taksi dan segera ikut terlibat untuk mengepung Istana hingga Pemerintah mencabut dan menghentikan transportasi berbasis order online. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya