Berita

susi pudjiastuti/net

Pertahanan

Menteri Susi: Pemerintah China Intervensi Penegakan Hukum Di Indonesia

SENIN, 21 MARET 2016 | 15:45 WIB | LAPORAN:

Kasus intervensi kapal coastguard China terhadap upaya penangkapan atas KM Kway Fey 10078 pada Sabtu lalu, berbuntut ketegangan diplomatik.

Kasus ini berawal ketika Kapal Pengawas Hiu 11 melakukan penangkapan atas sebuah kapal pelaku penangkapan ikan ilegal asal China itu di Perairan Natuna. Saat penggiringan, kapal coastguard China dengan kecepatan 25 knots mendekati KP Hiu 11 dan menabrak tangkapan (KM Kway Fey 10078). Hal ini mengakibatkan kapal tangkapan tidak bisa dibawa ke Natuna.

Kejadian itu membuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menghardik Pemerintah China. Sebabnya, pemerintah China menyebut kapal ikan mereka didatangi kapal patroli bersenjata pemerintah Indonesia di zona traditional fishing ground milik China. Selain itu, versi pemerintah China, kapal patroli menembakkan senjata ke kapal milik China.


"Saya menyesalkan sikap pemerintah China. Tidak ada yang mengakui klaim pemerintah China. Itu klaim sepihak dan tidak diakui dunia internasional," tegas Susi, ketika jumpa pers di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Senin (21/3).

Secara tegas Susi mengatakan kapal milik China melakukan Ilegal, Unreported, Unregisrated (IUU) Fishing di zona ekonomi ekslusif Indonesia.
Itulah penyebab kapal patroli Indonesia menghampiri untuk investigasi. Namun diakuinya kapal milik China berusaha lari sehingga kapal patroli Hiu 11 mengeluarkan tembakan peringatan.

"Ini sesuai dengan prosedur, sudah lumrah dan benar. Tidak ada maksud dan tidak dilakukan oleh kapal patroli kita menembak ke kapal China itu," lanjut Susi.

Kapal patroli hanya melakukan tembakan ke udara sebagai peringatan. Akhirnya setelah dilakukan pengejaran lagi, 3 orang dari kapal patroli Indonesia berhasil loncat ke kapal ikan China untuk melakukan penyergapan.

"Delapan ABK kapal itu kita evakuasi ke kapal kita, kita bawa ke wilayah Natuna untuk diproses lebih lanjut," kata dia lagi.

Dalam proses penarikan kapal China ke Natuna, setelah berjalan 78 miles, tiba-tiba kapal milik China itu ditabrak oleh satu kapal Coastguard China dengan kecepatan 25 knots. Kapal tangkapan kemudian rusak, lalu petugas patroli memutuskan untuk meninggalkan kapal tangkapan karena menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Apalagi coastguard China merapat ke kapal tangkapan, sementara 8 ABK sudah diamankan di kapal patroli. Setelah petugas kapal patroli berkoordinasi dengan Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai, kapal tangkapan selanjutnya dikawal oleh Lanal keluar dari perbatasan.

Dari kronologi inilah kemudian Susi menyatakan ada intervensi penegakan hukum dari China terhadap upaya pemerintah Indonesia memerangi IUU Fishing.

"Kami merasa ada intervensi. Semestinya pemerintah China tidak mengintervensi upaya penegakan hukum di Indonesia. Kita sudah sepakat, beberapa kali pertemuan dengan Dubes China, kita berkomitmen untuk memerangi IUU Fishing," sesal Susi. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya