Berita

hidayat nur wahid/net

MPR Terus Berusaha Bendung Perang Asimetris

MINGGU, 20 MARET 2016 | 10:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Geliat dan suara Sosialisasi Empat Pilar MPR bergema dimana-mana dan diberbagai elemen masyarakat dan diberbagai momen. Salah satunya adalah momen Talkshow Parenting dengan tema 'Tentukan Sikap Kita Hadapi Penyimpangan Seksual (LGBT)' yang diselenggarakan Rumah Keluarga Perduli dan Yayasan Dakwatuna Perduli yang diselenggarakan di Graha SMK 57, Jakarta, Minggu (20/3). Acara ini dihadiri ratusan orang tua sebagai peserta dengan narasumber dari kalangan psikolog keluarga.

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid yang dalam kesempatan itu didaulat menjadi keynote speech dan membuka acara mengungkapkan bahwa sejak ramai masalah LBGT diperbincangkan berbagai kalangan, kesadaran masyarakat soal bahaya pengaruh LGBT meningkat. Bahkan kesadaran masyarakat itu berimbas dengan dilarangnya tayangan televisi menampilkan gaya kebanci-bancian.

"Namun, dengan berbagai penolakan dari masyarakat kaum dan pendukung LGBT, upaya mereka dalam menyebarkan pengaruh LGBT tidak pernah berhenti, ini yang harus diwaspadai," katanya.


Contohnya, lanjut Hidayat, belum ini tersiar kabar digagalkannya rencana perkawinam antara laki-laki dengan laki-laki oleh polisi. Ada juga di daerah Jawa, oknum PNS ditangkap melakulan tindakan asusila dengan pasangan homoseksualnya dan masih banyak di daerah-daerah lainnya.

"Fenomena ini saya sampaikan kepada Presiden bahwa pengaruh negatif LGBT sudah sampai ke daerah-daerah terpencil, bagaimana dengan di kota-kota besar pengaruhnya tentu lebih dahsyat. Alhamdulillah Presiden menyetujui agar soal LGBT ini diselesaikan sesegera mungkn," ujarnya.

Pengaruh kejahatan LGBT. Ini sama merusaknya dengan kejahatan narkoba sehingga disamping ada darurat narkoba, ada juga darurat LGBT. Masalah negatifnya LGBT, lanjut Hidayat, sebenernya sudah sepakat semua agama, berbagai elemen masyarakt bahkan menyatakan bahwa LGBT adalah sesat dan menyimpang dan penyakit. Tinggal negara berperan dengan mengeluarkan UU keras terhadap LGBT.

"Alhamdulillah banyak parpol Islam seperti PKS, PAN, PKB, PPP satu suara mendukung dikeluarkannya UU yang keras melarang LGBT," imbuh politisi senior PKS ini.

Indonesia juga sangat tegas berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, itu ada dalam sila pertama Pancasila, lalu ada UU Pasal 29 ayat 1 yakni negata berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.  Dalam setiap agama yang ada di Indonesia terugama agama Islam tidak ada yang namanya LGBT, semua diciptakan berpasangan laki-laki dan wanita.

"Intinya LGBT adalah penyimpangan itu sangat jelas. Kita sebagai umat Islam harus menegakkan amar maruf nahi munkar. Tapi dalam pelaksanaan amar maruf harus maruf dan mencegah kemunkaran seperti LGBT tidak boleh dengan cara kekerasan. Agama kita tidak membolehkan itu," tegasnya.

Dalam dialog dengan Presiden Jokowi, Hidayat menyampaikan bahwa Rusia negara komunis saja gerah dengan perilaku LGBT sehingga Presidennya mengeluarkan UU keras melarang LGBT di Rusia. Rusia saja bisa, semestinya Indonesia lebih mampu dan lebih keras terhadap LGBT.

"Sekarang ada perang yang dilancarkan dengan biaya murah yakni perang asimetris. Perang bukan fisik tapi menanamkan pengaruh dengan maksud menghancurkan sendi-sendi moral warganya. Sehingga negara tersebut tidak lagi bermoral, tidak memiliki visi ke depan, nilai-nilai luhur hancur sehingga negara tersebut ambruk dengan sendirinya. LGBT adalah sarana perang asimetris itu," tandasnya.

Untuk itulah, lanjut Hidayat, MPR selama ini dengan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI), berusaha membendung perang asimetris tersebut, dengan menanamkan kembali pemahaman masyarakat Indonesia akan nilai-nilai luhur bangsanya. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya