Berita

Osbin Samosir/net

Osbin Samosir: Tidak Fair Persulit Calon Independen

JUMAT, 18 MARET 2016 | 09:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Rencana menaikkan syarat calon independen di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lewat revisi UU 8/2015 Pilkada sangat tidak elegan, dan sekaligus menunjukkan ketakutan partai politik yang tidak memiliki kader yang layak untuk dipilih.

Pilkada adalah pesta demokrasi maka rakyat harus diberi kesempatan untuk memilih kepala daerahnya sesuai dengan hati nurani. Para pemimpin parpol juga harus belajar dari Pilkada 2015 yang hasilnya sungguh mengkhawatirkan terhadap masa depan demokrasi dan sekaligus merupakan tanda-tanda lonceng kematian parpol. Partisipasi pemilih pada Pilkada 2015 tidak sampai 70 persen. Medan, Batam, Serang, Waringin, Surabaya, dan Jember adalah daerah yang suara sah pemilih tidak melebihi angka 51 persen dari DPT.
 
Demikian disampaikan peneliti Sinaksak Center, Dr Osbin Samosir menanggapi rencana sejumlah Fraksi di DPR untuk menaikkan syarat calon independen jelang Pilkada Serentak 2017, Jumat (18/3).
 

 
Dijelaskan, hak calon independen untuk maju dalam Pilkada harus dibuka seluas-luasnya di tengah semakin merosotnya kepercayaan masyarakat kepada pasangan calon yang diusung oleh parpol.

"Fenomena Ahok (Basuki T Purnama) yang mendapat dukungan luas dari masyarakat untuk maju menjadi Gubernur DKI Jakarta dari calon independen justru harus menjadi koreksi bagi parpol. DPR sangat tidak bijak jika mengusulkan syarat pencalonan yang memberatkan calon independen hanya ketika semakin bertumbuh calon independen yang mampu memikat hati publik," ujar Osbin.
 
Menurutnya, jika parpol merasa syarat pencalonan untuk mereka dianggap terlalu berat, sebaiknya diturunkan saja persentase persyaratannya, dan bukan malah memperberat persyaratan bagi para calon independen.

Osbin mengambil contoh, semua parpol yang memiliki anggota di DPR memiliki hak untuk memajukan satu calon dalam pilkada. Sehingga ada banyak calon dari parpol dan dari unsur independen, lalu biarkan banyak calon kepala daerah yang bertanding secara sehat. Sebab semakin banyak calon maka akan semakin banyak pilihan warga.
 
"Yang memberi penilaian atas calon yang paling pantas menjadi gubernur atau bupati/walikota akan ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Itu jauh lebih fair daripada justru mempersulit calon independen," kata doktor ilmu politik dari Universitas Indonesia ini. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya