Berita

gatot nurmantyo/net

PILPRES 2019

Gatot Nurmantyo Lebih Menjual Dibanding Ani Yudhoyono

RABU, 16 MARET 2016 | 11:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tingkat elektabilitas Ani Yudhoyono masih harus diuji sebelum maju dalam Pilpres 2019. Sebab tak selamanya popularitas yang tinggi sejalan dengan angka elektoral.

"Dalam konteks ini, Ibu Ani harus mengikis habis kesan negatif publik pada Demokrat. Tahun 2014 lalu, publik mencitrakan Demokrat sebagai partai yang dipenuhi oknum korup. Ini harus dikikis," kata Direktur Eksekutif Segitiga Institute, Muhammad Sukron, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 16/3).

Januari lalu, Segitiga Institute sudah merilis hasil survei. Dalam survei tersebut terungkap bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bisa menjadi ancaman sangat nyata bagi elektabilitas Presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang


Hasil jejak pendapat yang dilakukan lembaga survei Segitiga Institute membeberkan tingkat elektabilitas Gatot mencapai 35,9 persen, lebih unggul dari tiga mantan panglima TNI sebelumnya. Sisanya, 22,6 persen responden memilih Moeldoko, 27,4 persen responden memilih Djoko Suyatno, sementara Agus Suhartono 14,1 persen.

Namun saat nama Gatot disandingkan Presiden Jokowi, mantan gubernur DKI Jakarta itu tetap mendapat persentasi pemilih yang tinggi. Jokowi unggul dengan posisi 59,3 persen, sementara Gatot berada di posisi 38,5 persen. Sedangkan responden yang tidak memilih hanya sebesar 2,2 persen

Meski persentase antarkeduanya terpaut cukup jauh, Sukron menilai elektabilitas Gatot masih akan terus meningkat seiring waktu pelaksanaan Pilpres 2019. Angka ini sangat mengancam Jokowi, dengan jangka waktu sekitar tiga tahun lagi menjelang Pilpres, Gatot menjadi ancaman nyata bagi Jokowi.

Dengan kehadiran Ani, ungkap Sukron, tentu saja akan mengubah peta. Namun demikian, posisi Gatot masih di atas Ani, bila melihat kecenderungan publik yang belakangan ini merindukan kembali sosok militer.

Dalam survei awal Januari lalu, jelas Sukron, 40,5 persen responden menghendaki presiden RI periode 2019-2024 kembali dipegang latar belakang militer. 21,4 persen responden tidak mempersoalkan presiden dari kalangan sipil maupun militer, sedangkan 10,8 persen menjawab tidak tahu.

"Ani Yudhoyono bisa dikesankan dekat dengan militer. Namun 2019 merupakan senjakala SBY, sementara Gatot yang berkibar. Dengan demikian, tanpa upaya keras, saya percaya angka elektoral Ani tentu saja di bawah Gatot. Gatot lebih menjual daripada Ani untuk melawan Jokowi," demikian Sukron. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya