Berita

habiburokhman/net

Politik

PILGUB DKI 2017

Gerindra: Mulut Ahok Lebih Cepat Ketimbang Otaknya

JUMAT, 11 MARET 2016 | 19:10 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gaya komunikasi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok, terus menjadi senjata bagi lawan politiknya.

Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra, Habiburokhman, menyebut Ahok lebih banyak bicara tanpa berpikir lebih dulu.

Ia menyesalkan tak jarang kata-kata kasar terlontar dari mulut mantan politisi Gerindra itu.


"Mulut Ahok itu lebih cepat ketimbang otaknya. Berapa kali dia marah keluarin kata-kata kasar," ujar Habiburokhman dalam diskusi "Jakarta Tanpa Ahok" di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (11/3).

Dia mencontohkan dalam satu kesempatan Ahok mendamprat warga perempuan yang sebetulnya ingin melaporkan masalahnya ke Ahok.

"Dikatain maling sama dia (Ahok). Ini pemimpin macam apa?" tanyanya.

Habiburoakhman juga menyinggung pernyataan Ahok baru-baru ini terkait isu prostitusi. Ahok sempat mengatakan ada "surga" di Hotel Alexis. Habiburokhman meyakini, dugaan prostitusi di Alexis itu tidak akan dibereskan Ahok. Apalagi, mantan Bupati Belitung Timur itu setuju pelegalan prostitusi.

"Tidak akan selesai. Orang gubernurnya saja setuju dengan prostitusi yang teroganisir dan tidak ada anggota DPRD yang menyentuh itu," imbuhnya.

Padahal, Ahok sudah melanggar pasal 76 di UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. Di sana disebutkan bahwa Kepala Daerah dilarang membuat kebijakan yang merugikan kepentingan umum dan meresahkan sekelompok masyarakat atau mendiskriminasikan warga negara dan/atau golongan masyarakat lain yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia juga mengambil kasus pernyataan Ahok yang tidak pantas saat wawancara di Kompas TV. KPI hanya memberikan peringatan keras kepada stasiun TV yang mewawancara, tetapi tidak memberikan teguran kepada Ahok.

"Ini ironi bagi saya. KPI bahkan tidak memanggil Ahok yang sudah berkomentar tidak pantas di televisi nasional," tandasnya. [ald]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya