Berita

Hukum

Tindak Lanjuti Aspirasi Ulama, Fadli Zon Janji Kawal Penanganan Kasus RS Sumber Waras

SELASA, 08 MARET 2016 | 20:50 WIB | LAPORAN:

Sejumlah tokoh ulama Jakarta diterima Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, untuk menyampaikan laporan dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama pada saat menjabat sebagai PLT Gubernur DKI Jakarta.

Tokoh ulama meminta pimpinan DPR mengawasi kinerja KPK yang dipandang lambat dalam menindaklanjuti laporan audit BPK atas penyimpangan yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama terkait pembelian lahan RS Sumber Waras. Penyimpangan tersebut diduga menimbulkan kerugian negara yang dapat terindikasi sebagai satu tindak pidana korupsi.

Para tokoh ulama yang hadir antara lain KH.Cholil Ridwan, KH. Fachrurrazi Ishaq, KH. Abdul Rasyid, KH. Habib Muksin, KH. Aru Syeif, KH.A.Z.Abidin, KH Khothot dan Munarman SH.


Merespons tuntutan dari para tokoh ulama, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan aspirasi para ulama mengenai isu pemberantasan korupsi. Sebagai pimpinan DPR, Fadli Zon juga berkomitmen akan meneruskan laporan dari tokoh ulama Jakarta kepada komisi terkait.

"Saya akan sampaikan laporan ini kepada pimpinan yang lain dan komisi terkait. Saya juga akan menanyakan langsung kepada komisioner KPK. Proses ini memang penuh keanehan. Laporan dari BPK harus ditindaklanjuti oleh KPK. Terlebih laporan BPK yang meminta adalah KPK sendiri," ujar Fadli.

Fadli Zon yang juga sebagai Presiden GOPAC (Global Organization of Parliamentarians Against Corruption) setuju dengan pernyataan forum ulama, dimana KPK tidak boleh tebang pilih dalam pemberantasan korupsi.

"KPK jangan tebang pilih, dan harus tetap independen dalam pemberantasan korupsi.Termasuk dalam kasus dugaan korupsi sebagaimana terdapat di dalam hasil audit BPK di Jakarta," tegas Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini.

"Kita di DPR akan mendorong menanyakan langsung kepada pimpinan KPK kenapa laporan audit BPK tentang dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Plt Gubernur Jakarta saat itu belum juga ditindaklanjuti," tandasnya. [zul]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya