Berita

ilustrasi/net

Seknas Jokowi: Paling Penting, Bersihkan Kabinet Dari Kegaduhan Menteri Pemburu Rente

SENIN, 07 MARET 2016 | 12:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila dicermati dengan seksama, Presiden Joko Widodo nampak tidak terlalu khawatir dengan silang pendapat di antara para menteri. Apalagi bila perdebatan itu berdampak positif pada rakyat. Rakyat secara luas bisa mendapatkan pendidikan politik dan transformasi informasi atas rencana pembangunan dan proyek-proyek strategis yang hendak dikerjakan oleh pemerintah.

"Biarkan saja dulu perdebatan itu berkembang sebagai sebuah proses dialektika, dengan harapan kualitas demokrasi kita menjadi lebih baik dan lebih maju. Dari sini kita dapat melihat bagaimana Presiden Jokowi sebagai seorang pemimpin, memimpin sebuah proses pembangunan yang dialektis sesuai Trisakti," kata Sekjend Seknas Jokowi, Osmar Tanjung, beberapa saat lalu (Senin, 7/3).

Menurut Osmar Tanjung, dalam sebuah era digital, ruang partisipasi publik bekerja begitu cepat sesuai ruang dan waktu, sehingga terjadi dialektika yang pro-kontra. Ruang partisipasi publik yang terbuka memberikan kesempatan kepada publik dan juga Presiden untuk melihat pokok masalah yang sebenarnya yang sedang terjadi. Presiden Jokowi pun membutuhkan waktu dan informasi sebanyak-banyaknya agar dapat mengambil keputusan yang tepat demi kemaslahatan rakyat banyak.


"Kita dapat menyimak ulang bagaimana persoalan Freeport, Blok Masela, Kereta Api cepat Jakarta-Bandung, pembangunan pembangkit listrik Jati Gede dan seterusnya merupakan proyek strategis yang harus diputuskan oleh Presiden secara baik, tepat dan benar. Tujuannya, sekali lagi agar pembangunan dapat dinikmati rakyat,
terutama rakyat dimana pembangunan itu diselenggarakan," tegas Osmar.

Hal yang lebih penting, sambung Osmar, Presiden tidak tergesa-gesa memutuskan. Sebab hal ini, bukan hanya menyangkut kinerja pemerintah, melainkan Presiden harus memastikan pendapat atau pertimbangan para menterinya tersebut bukan merupakan representasi atau bahkan menjadi pemburu rente yang berada dibelakang pemodal yang berkeliaran di Republik ini.

Seknas Jokowi, tegas Osmar, mengecam keras pihak-pihak yang berupaya bermain di belakang setiap proyek strategis untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

"Seknas Jokowi mengimbau kepada Presiden untuk membersihkan kompador-komprador neolib yang selama ini menjadi beban negara dan terus menggerogoti keuangan negara," demikian Osmar Tanjung. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya