Berita

Dian Lumban Toruan

Ratusan Demonstran Pro Dan Kontra Hukum Aborsi Di Texas Ramaikan Sidang MA Di AS

KAMIS, 03 MARET 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) mengadakan sidang argumen Whole Woman’s Health v. Hellerstedt, yang membahas tentang hukum aborsi di negara bagian Texas, pada Rabu pagi waktu setempat (2/3).

Aborsi adalah legal di Texas. Namun pihak oposisi merasa bahwa hukum aborsi Texas yang ditetapkan oleh badan legislatif  Texas pada tahun 2013 tersebut menyulitkan warga yang berniat melakukan aborsi.

Hukum tersebut dikenal juga sebagai House Bill 2 (HB2). Dua provisi dari hukum tersebut mengatur bahwa, pertama, dokter  yang melakukan aborsi haruslah merupakan anggota dari sebuah rumah sakit dalam radius 30 mil (sekitar 7 km) dari klinik aborsi, dan kedua, semua klinik aborsi harus memenuhi spefisikasi layaknya pusat  operasi non-rumah sakit atau disebut Ambulatory Surgery Centers (ASC). ASC membutuhkan lebih banyak staf dan peralatan, yang tentu saja dengan biaya mahal.


Hal inilah yang ditentang oleh jaringan kilnik aborsi Whole Woman’s Health. Mereka merasa bahwa regulasi tersebut mengakibatkan banyak klinik aborsi menutup operasi mereka karena tidak dapat memenuhi prasyarat yang diminta. Hal ini juga dinilai mempersulit perempuan yang ingin melakukan aborsi menemukan klinik di sekitar tempat tinggal mereka. Dan hal tersebut dapat berdampak bagi kesehatan  para perempuan ini.

Pihak pendukung hukum ini menyatakan bahwa hukum aborsi Texas justru memberikan perlindungan kepada perempuan yang akan melakukan aborsi, karena klinik berspesifikasi ASC siap dipergunakan untuk tindakan darurat, sekiranya dibutuhkan, dan juga meningkatkan pengawasan terhadap dokter yang melakukan tindakan aborsi.

Kabar ini disampaikan kepada Kantor Berita Politik RMOL oleh mahasiswa S2 di Georgetown, Amerika Serikat, Dian Lumban Toruan. Sidang ini ini, lanjut Dian, diramaikan oleh ratusan orang dari kedua kubu. Kedua kubu berdemonstrasi di luar gedung pengadilan saat argumen berlangsung.

Nuansa warna ungu yang digunakan pendukung hak-hak aborsi atau yang disebut "pro-choice"  memenuhi pandangan. Disebut pro-choice (pro kepada pilihan) karena menganggap penyediaan akses  terhadap aborsi memberikan pilihan kepada perempuan dalam mengambil keputusan untuk tubuhnya. Plakat-plakat bergambarkan sistem Peranakan perempuan dijunjung oleh banyak demonstran, termasuk  pula yang menuliskan pandangan kaum pro-choice agar legalisasi aborsi berlaku di semua negara bagian.

Pihak oposisi aborsi disebut "pro-life" (pro kepada kehidupan), karena pihak ini mengacu kepada hak  bayi yang harus dilindungi, sejak masih dalam kandungan. Plakat dari pihak pro-life termasuk gambar-gambar janin yang terpotong-potong dan perempuan korban aborsi.

Dalam orasinya di tengah-tengah demonstarasi, Pimpinan Priests for Life dan tokoh religious nasional anti aborsi Fr. Frank A. Pavone menggaris bawahi bahwa apapun keputusan sidang, tidaklah akan membuat praktek aborsi dilarang di Texas. Melainkan bila HB2 tetap berlaku, maka klinik aborsi tidak marak berada setiap sudut kota.

Frank pun menekankan tentang bahaya aborsi dan pandangannya. Pihak pro-choice mengitari pihak pro-life dan terus meneriakkan, "Pro Choice, Pro Woman." Dan di saat yang sama pihak pro-choice juga memberikan orasi yang disampaikan oleh warga Texas tentang keputusannya melakukan aborsi,  sehingga suasana menjadi cukup panas.

Jajaran Hakim Agung A.S. terdiri dari 9 anggota. Baru-baru ini salah satu Hakim Agung yaitu Hakim Antonin Scalia meninggal dunia pada usia 79 tahun. Hal ini berakibat jumlah Hakim Agung menjadi genap, yang akan menyulitkan pengambilan keputusan. Blog resmi MA A.S., Scotusblog.com menuliskan bahwa empat Hakim Agung sudah terlihat mendukung perubahan HB2. Dan tiga kemungkinan mendukung hukum tersebut tidak diubah. Sehingga kemungkinan besar hasil keputusan bergantung pada Hakim Anthony M. Kennedy. Sehingga banyak demonstran yang meneriakkan nama Hakim Kennedy, memintanya untuk berpihak pada pandangan mereka.

Mengapa kasus ini, yang walaupun spesifik kepada negara bagian Texas, mengundang perhatian nasional warga Amerika? Hal ini karena kasus ini dianggap akan berdampak nasional, menjadi preseden ke depannya dimana pengetatan peraturan demi alasan medis akan membatasi akses kepada tindakan aborsi. Pihak pro-choice khawatir langkah pengetatan regulasi medis kepada klinik aborsi yang berlaku di Texas akan ditetapkan juga di negara-negara bagian lagi sebagai usaha mencegah aborsi.

Aborsi dilegalkan di Amerika Serikat pada tahun 1973 oleh Mahkamah Agung AS. Persidangan dimana hukum tersebut ditetapkan dikenal hingga kini sebagai Roe and Wade. Karena sistem pemerintahan AS. yang berbentuk serikat, maka implementasi legalisasi aborsi dikembalikan kepada masing-masing negara bagian. Kebanyakan negara bagian membatasi usia maksimal janin yang boleh diaborsi. Kecuali 10 negara bagian termasuk Colorado, DC., Vermont, dan New Jersey, yang tidak menetapkan usia  kandungan maksimal. Artinya aborsi dapat dilakukan kapan saja. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya