Berita

franky sibarani/net

Bisnis

BUMN Korsel dan BUMD Sumsel Jalin Kerjasama Investasi Infrastruktur Gas

SABTU, 27 FEBRUARI 2016 | 03:39 WIB | LAPORAN:

RMOL. Perusahaan BUMN gas Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman dengan BUMD Provinsi Sumatera Selatan untuk bekerjasama dan mengembangkan beberapa proyek di antaranya 202 kilometer jaringan gas di Sumaetera Selatan dan 118 kilometer jaringan gas di Bali dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), dengan rencana investasi  US$ 1,1 miliar (setara dengan Rp 15,2 triliun dengan kurs dolar Rp 13.900). Penandatanganan dilakukan di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (25/2).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Franky Sibarani menyambut positif kerjasama yang dilakukan oleh BUMN Korsel tersebut. Menurutnya, proyek yang dilakukan oleh BUMN Korsel tersebut akan memiliki nilai yang strategis karena Sumatera Selatan dikenal sebagai provinsi lumbung energi nasional, dengan adanya jaringan gas tersebut maka sumber daya gas yang ada di Sumatera Selatan dapat terdistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

"Energi merupakan salah satu sektor yang strategis, selain itu perusahaan juga akan membangun PLTG yang akan menambah kapasitas pembangkit listrik yang ada di Indonesia BKPM baik melalui kantor perwakilannya yang ada di Seoul dan tim marketing investasi untuk wilayah Korea akan mengawal  minat investasi yang cukup serius ini agar segera dapat terealisasi,” katanya dalam keterangan resmi kepada media, Jum’at (26/2).


Franky menilai Korea Selatan merupakan salah satu negara yang menjadi sumber investasi di Indonesia yang dalam lima tahun terakhir sangat aktif dalam melakukan penetrasi usaha ke Indonesia. Investasi yang masuk dari Korea Selatan tahun lalu mencapai US$ 1,2 miliar tumbuh sebesar 7,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka US$ 8 miliar. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45 persen.

Lebih lanjut Franky menjelaskan bahwa BKPM akan menyediakan end-to-end services untuk investor Korea Selatan yang siap menanamkan modalnya di Indonesia. "Mulai dari awal mengurusi perizinan hingga konstruksi dan kemudian beroperasi, kalau ada problem baik itu terkait pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat diinformasikan kepada kami sehingga dapat dicarikan solusinya,” paparnya.

Sebelumnya, Pejabat Promosi Investasi IIPC Seoul Imam Soejoedi mendampingi 7 investor Korea Selatan untuk melakukan matchmaking dengan mayoritas bergerak di sektor energi dengan rencana investasi mencapai US$ 490 juta. Investor tersebut terdiri dari dari sektor solar energy sebesar 50 MW di Medan dengan nilai investasi US$ 250 juta, kemudian industri komponen dengan rencana investasi US$ 10 juta, rencana investasi LNG terminal dan piping distribusi gas sebesar US$ 200 juta dan biomas dengan kapasitas 10 MW dengan nilai incestasi US$ 30 juta.
 
Imam menambahkan kantor perwakilan BKPM di Seoul, tim Marketing Officer Korea Selatan, Kedutaan Besar RI di Seoul akan terus melakukan komunikasi intens dengan investor terkait untuk mengawal minat investasi yang ada. "Harapannya minat investasi tersebut dapat segera direaliasikan sehingga berkontribusi positif pada pencapaian target investasi nasional tahun ini sebesar Rp 594,8 triliun,” imbuhnya. [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya