Berita

Baby Margaretha: net

Blitz

Baby Margaretha, Ditawar Lebih Gede

Dari Hesty Klepek-Klepek
KAMIS, 25 FEBRUARI 2016 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dengan bahasa bernada mulia, Baby mengaku godaan menjadi artis begitu berat. Sekarang dia sering gonta-ganti nomor telepon biar tidak diburu pria hidung belang.  cerita esek-esek di lingkungan artis sebenarnya sudah biasa. Namun kasus terkini yang men­impa pedangdut Hesty 'Klepek-klepek' tetap bikin geleng-geleng kepala. Selain digerebek polisi dalam keadaan hamil, tersiar pula kabar 'booking fee' Hesty hingga Rp 100 juta.

Tentu saja berita ini bikin hati masyarakat menjadi miris. Ter­masuk pula Baby Margaretha. Model, presenter dan artis ber­body aduhai ini mengaku priha­tin dengan nasib yang menimpa Hesty.

"Terus terang kaget banget. Nggak pernah nonton televisi dan berita, pas lihat berita ban­yak orang kasus berbeda-beda. Sangat prihatin," ujar Baby.


Menurut bekas SPG (Sales Promotion Girl) ini, gemerlapnya dunia keartisan memungkinkan seseorang melakukan segala cara untuk tampil glamor dan mewah. Kasus seperti ini dini­lainya bukan hal yang asing di dunia hiburan.

"Sekarang satu persatu ter­buka. Lingkungan seperti ini bisa terjadi kepada kita. Mung­kin namanya perempuan in­gin penampilan bagus dan tas branded," tutur Baby bernada mulia.

Bagaimana dengan Baby sendiri? Bukankah selama ini dia termasuk sering dicitrakan salah satu artis yang bisa di­booking? Kata Baby, sejauh ini dia memang kerap digoda hingga dirayu untuk bobok sama pria hidung belang

"Sekarang udah biasa, nggak aku tanggapin," ungkap Baby.

"Karena aku nggak mau di­ganggu, jadi ganti-ganti nomor telepon aja deh," tambah pe­main film Misteri Cipularang dan Hantu Cantik Kok Ngompol ini.

Secara detil, Baby mengaku pernah diajak berkencan dengan bayaran oleh seorang pria yang juga model, ketika ia sedang berlibur di Lombok. Namun, ka­tanya, ia langsung menolaknya.

"Waktu di Lombok ada yang nawarin aku kencan. Teman send­iri malah. Aku nggak mau sebu­tin berapa dia nawar," klaim Baby.

Ia menolak tawaran kencan berbayar itu juga karena belum pernah bertemu dengan pria tersebut, meski ia mengetahui lelaki itu.

"Dia model juga, aku nggak tahu orangnya, tapi aku nggak pernah ketemu. Temen aku malah bil­ang, 'Sayang, lho, sudah ditawari (bayaran) gede. Dia berani tawar gede tuh'," ceritanya.

"Tapi, aku nggak mau, itu kan beban ya. Udah dosa, aku malu nantinya dan keluarga juga malu," sambung presenter Wisata Malam ini.

Baby menegaskan, tawaran untuk berkencan dengan ba­yaran kerap datang kepadanya. Karena itu, ia berjaga-jaga dengan lebih selektif dalam bergaul.

"Godaan banyak banget. Makanya, kalau pulang syut­ing, langsung pulang. Kalau mau hangout sama teman dekat atau keluarga, jadi ng­gak ada yang nawar-nawarin," paparnya.

Banyak masyarakat yang menganggap dunia entertain­ment adalah dunia hingar bin­gar yang sangat dekat dengan kemaksiatan, prostitusi ar­tis, anggapan itu kurang lebih benar adanya.

"Pergaulan yang salah menjadi pintu pertama terjerumusnya seseorang ke lembah hitam ke­hidupan," ujarnya diplomatis.

Sekadar mengingatkan. Hesty ditangkap pada 19 Februari lalu di Hotel Novotel, Bandar Lam­pung. Hesty ditangkap bersama pria bernama Kiki yang diduga germo sang biduan

Hesty sendiri sudah boleh pu­lang dan hingga saat ini status Hesty masih sebagai seorang korban dan saksi. Eddy Ribut Harwanto SH, pengacara Na­gaswara dan juga pendamping Hesty membantah kalau wanita 21 tahun itu pergi ke Lampung untuk menjual diri.

"Hesty ke Lampung mau ada acara panggung. Lalu mau meng­hadiri meeting apa gitu saat itu," ungkap Eddy, Selasa lalu.

Berbagai fakta terungkap setelah munculnya isu ini ke permukaan, salah satunya ada­lah kehamilan Hesty yang sudah memasuki bulan keempat. Tentu saja publik bertanya-tanya, sebenarnya Hesty sudah me­nikah atau belum?

"Sudah menikah. Pernikah­annya nggak tahu kapan. Dia udah isi empat bulan," jawab Eddy.  ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya