Berita

Kresna Dewanata/net

Olahraga

PEMBEKUAN PSSI

Kita Tunggu Keputusan Bijak Presiden Agar Semua Happy Ending

SELASA, 23 FEBRUARI 2016 | 07:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pembekuan PSSI dalam waktu yang cukup panjang dikhawatirkan memberikan dampak negatif terhadap persepakbolaan nasional.

Pendapat itu disampaikan Anggota Komisi X dari Fraksi Nasdem, Kresna Dewanata Phrosakh, terkait rapat dengar pendapat Komisi X dengan Komite AdHoc Reformasi PSSI, yang berlangsung kemarin di Gedung DPR.

Rapat dengan Komite Adhoc reformasi PSSI guna memperoleh masukan terkait dinamika persepakbolaan Indonesia, termasuk  dampak sanksi pembekuan PSSI terhadap Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games XVIII.


Menurut politisi muda yang biasa disapa Dewa ini, tidak saja aspek kompetisi sepak bola yang berhenti akibat pembekuan PSSI, tetapi juga ada dampak sosial kemanusiaan yang terjadi.

"Dapil saya di Malang Raya, basis sepak bolanya tinggi. Banyak kehidupan yang bergantung pada sepak bola disana," ujarnya.
 
Dia meminta pemerintah lebih bijak menyikapi hukuman dari FIFA karena dampaknya sangat luas. Dewa khawatir masalah ini tetap tidak ada solusinya jika masing-masing pihak mempertahankan ego.

Menurutnya, semestinya Kemenpora segera mengeluarkan surat Pencabutan SK Menpora tentang pembekuan PSSI terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan reformasi PSSI. Semua yang dilakukan pemangku kepentingan, termasuk komite adhoc, sudah benar dan sesuai keinginan seluruh masyarakat Indonesia yang rindu akan kompetisi sepak bola yang semakin sehat dan berprestasi.

"Sekali lagi mari kita letakkan seluruh ego pribadi. Kita tunggu keputusan bijak dari presiden melalui Menpora agar semua happy ending," pesannya.

Sebelumnya, di dalam rapat Komisi X, Agum Gumelar selaku Ketua Komite Ad Hoc menjelaskan bahwa sejak awal sebelum dibentuknya tim Ad Hoc pun dia sering memminta pada PSSI untuk introspeksi diri. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya