Berita

nurdin halid/net

Politik

Ini Kronologi Pemberian Uang Dari Balon Ketum Golkar Versi Nurdin Halid

JUMAT, 19 FEBRUARI 2016 | 21:11 WIB | LAPORAN:

Pelaksana tugas Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara Nurdin Halid mengaku telah mengumpulkan bukti-bukti dugaan transaksional oleh salah satu bakal calon ketua umum partai Golkar.

Meski demikian dirinya mengaku tidak akan memperpanjang kasus tersebut keranah hukum.

"(Bukti) sudah dikumpulkan, saya bilang stop sampai disitu. Itu untuk internal saja. Surat, tanda tangan pengakuan sudah saya rekam, yang bersangkutan mengatakan bahwa mereka diarahkan oleh tim suksesnya. Saya bilang stop disitu saya anggap itu sebagai pembelajaran kepada yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama ditempat lain. Stop lah itu karena itu akan merusak Partai Golkar," ungkap Nurdin saat ditemui sesai acara silaturahmi barisan muda dan sayap organisasi Partai Golkar di Aula DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (19/2).


Lebih lanjut Nurdin mengungkapkan, kronologis pemberian dukungan itu terjadi sebelum pertemuan silatrahmi DPD I dan DPD II beberapa waktu lalu. Ketua DPD II di wilayah Sulawesi utara memberitahu kepadanya bahwa bakal calon ketua umum Partai Golkar meminta dukungan.

"Kronologisnya dia jelaskan dari resepsionis dia masuk ke kamar disuruh tanda tangan pernyataan dukungan, setelah itu diserahkan amponya, ini sebelum pertemuan," jelas Nurdin.

Dia menambahkan cara seperti itu seharusnya tidak perlu dilakukan karena bisa merusak organisasi partai. Apalagi saat ini Golkar menginginkan pemimpin yang bersih dan dapat membawa Golkar menuju perubahan yang lebih baik.

Menurutnya, bakal calon seharusnya lebih mensosialisasikan program, misi serta kemampuannya dalam memimpin partai dan bukan menonjolkan politik transaksional.

"Saya sudah hubungi semua calon-calon yang menghubungi saya dan yang saya kenal untuk hentikan itu. Silakan miminta dukungan tapi tidak transaksional, karena itu akan merusak Partai Golkar. Mari kita ciptakan suasana demokrasi di internal Partai Golkar dengan memberikan pencerahan demokrasi bagi bangsa ini," demikian Nurdin. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya