Berita

Hukum

Revisi UU Ancaman Sistematis Melumpuhkan KPK

JUMAT, 19 FEBRUARI 2016 | 13:46 WIB | LAPORAN:

Sejumlah guru besar dari beberapa universitas terkemuka mendatangi kantor KPK, menyatakan dengan tegas menolak revisi UU KPK.

Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra menyebutkan, revisi UU KPK adalah semacam ancaman sistematis untuk melumpuhkan KPK.

"Tidak ada alasan memperkuat KPK dalam draft Revisi UU KPK yang ada sekarang," tegasnya saat ditemui di Kantor KPK, Jumat (19/2).


Menurutnya, keempat butir revisi UU KPK yakni kewenangan mengeluarkan Sp3, izin penyadapan, tidak dapat mengangkat penyelidik dan penyidik independen serta pembentukan dewan pengawas KPK berpotensi melemahkan KPK.


Ia berpendapat, satu-satunya harapan saat ini berada di tangan Presiden Jokowi. Presiden, dikatakan Saldi harus mengkonsolidasikan partai-partai pendukungnya untuk menolak revisi UU KPK.

"Presiden juga harus memastikan menteri yang mewakili di DPR benar-benar sejalan dengan sikap Presiden, dan Presiden harus menolak memberikan persetujuan bersama," ucapnya.

Senada dengan Saldi Isra, Rhenald Kasali, Guru Besar UI mengatakan revisi UU KPK penuh muatan yang justru melemahkan pemberantasan korupsi.

"KPK perlu diperkuat, bukan dikebiri. Stop kebrutalan politik dengan menghentikan niat suci bangsa memberantas korupsi," tegasnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya