Berita

srihadi/net

70 Tahun Rentang Kembara Roso, Rekam Jejak Maestro Seni Lukis Indonesia

JUMAT, 12 FEBRUARI 2016 | 03:02 WIB | LAPORAN:

. 70 tahun perjalanan spiritual Srihadi Soedarsono sejak Revolusi Kemerdekaan RI (1946-1949), saat menjadi Tentara Pelajar di Surakarta, hingga menjadi maestro seni lukis Indonesia saat ini, ditampilkan pada 70 Tahun Rentang Kembara Roso.

Rentang Kembara Roso adalah rekam jejak karya Srihadi Soedarsono, sebagai pelukis besar, maestro Indonesia yang awalnya adalah pewarta gambar di era Revolusi Kemerdekaan sebagai wartawan pelukis yang menciptakan poster-poster untuk Balai Penerangan Divisi TNI di Solo, hingga menjadi ambassador seni rupa Indonesia di pentas seni rupa dunia.

Pameran tunggal Srihadi Soedarsono,  berlangsung pada 11-24 Februari 2016 di Galeri Nasional Indonesia, menghadirkan Anies Baswedan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai pembuka pameran.


Pameran ini sekaligus menandai 70 tahun proses kreatif Srihadi Soedarsono sebagai pelukis besar di usianya yang ke-84 tahun. Srihadi Soedarsono menyampaikan bahwa pameran tunggal kali ini memang paling banyak menyajikan karya dengan material kertas.

Peristiwa ini dapat menjadi sarana edukasi bagi publik bahwa karya seni rupa dengan material kertas juga sangat penting. Beliau mengakui tidak pernah jauh dari kertas ketika berada di luar studio. Srihadi Soedarsono produktif membuat sketsa saat berada diluar negeri sekalipun.

Sketsa dan gambar-gambar ini umumnya dikerjakan dengan teknik drawing menggunakan pena atau charcoal serta cat air.

"Seniman itu memang harus memiliki kebebasan dalam proses kreatifnya, tetapi saya memilih kebebasan yang cerdas," ujar Srihadi Soedarsono sang maestro seni lukis.

Sekitar tujuh lukisan yang dipamerkan berukuran di atas satu meter itu, diyakini sebagai pencapaian estetika terbaru yang dikerjakan oleh pelukis besar ini. Karya-karya beliau tersebut mengantarkan nama besarnya di pentas seni rupa dunia karena pengetahuan akademik di bidang seni rupa serta kiprah nyata Srihadi Soedarsono yang selalu menyertakan unsur-unsur kebudayaan Nusantara (Indonesia) yang secara simbolik dihadirkan di dalam lukisan-lukisannya yang sangat indah, bermutu, dan berisi.

"Tentu saja pameran ini sangat penting bukan untuk masyarakat seni rupa saja, melainkan masyarakat umum agar dapat memperoleh pengetahuan yang memadai mengenai karya-karya maestro Indonesia, khususnya Srihadi Soedarsono, maestro seni lukis yang masih aktif berkarya hingga saat ini. Srihadi itu living legend," kata Marthen Slamet panitia pameran. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya