Berita

ilustrasi/net

Kesehatan

25 Tahun Mengabdi, Siloam Hospitals Berikan Tindakan Medis Gratis

KAMIS, 11 FEBRUARI 2016 | 19:21 WIB

Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) mempersembahkan 25 tindakan medis dari beberapa spesialisasi, yakni 250 pelatihan gawat darurat, 2.500 skrining jantung, dan 25.000 orang teredukasi tentang hidup sehat secara gratis.

"Selama 25 tahun mengabdi bagi Indonesia, SHKJ selalu berusaha memberikan pelayanan klinis yang komprehensif dan mengutamakan patient safety sampai saat ini SHKJ sudah melayani lebih dari 16.500 bayi, 250.000 pasien rawat inap, dan 5.000.000 pasien rawat jalan dengan didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis dan subspesialis senior, penunjang medis yang berpengalaman, dan teknologi kesehatan terkini,” jelas Caroline Riady selaku Executive Director SHKJ dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Kamis (11/2).

Dia jelaskan, SHKJ adalah rumah sakit yang diakuisisi pertama kali oleh Siloam Hospitals Group (SHG). Didirikan pada tahun 1991 oleh beberapa dokter dengan nama Graha Medika Hospital, kemudian diintegrasikan ke dalam model SHG pada tahun 2006. Kini SHKJ mengoperasikan rumah sakit modern dan lengkap tipe B dengan kapasitas 217 bed dan beberapa pusat keunggulan yaitu jantung, orthopedi, urologi, Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Parkinson’s and Movement Disorder Center, dan Digestive Clinic.


"Tak dapat dipungkiri bahwa seiring dengan perubahan gaya hidup dan ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit yang diderita, banyak pasien yang terlambat ditangani dan seringkali dokter menemukan permasalahan tersebut merupakan manifestasi dari beberapa penyakit lainnya. Dengan pendekatan tim multidisiplin yang terdiri dari rangkaian kerjasama antara dokter senior dan teknologi terkini, SHKJ turun tangan menegakkan diagnosis yang tepat dan menatalaksana setiap permasalahan yang dialami pasien baik operatif maupun non operatif melalui setiap pusat keunggulan yang dimiliki," terang Caroline.

Dia menambahkan, rangkaian persembahan SHKJ bagi Indonesia terdiri dari 25 tindakan medis yang meliputi tindakan jantung, ESWL, melahirkan, dan sirkumsisi bagi polisi, guru, atlet, pahlawan, petugas kebersihan, dan keluarga inti yang telah mengabdikan diri bagi Indonesia; 250 pelajar mengikuti pelatihan gawat darurat; 2.500 skrining jantung sebagai bentuk deteksi dini dari penyakit jantung terbuka bagi masyarakat Indonesia; dan 25.000 orang teredukasi tentang kesehatan melalui seminar awam, stasiun radio, dan televisi nasional maupun regional secara gratis.

"Rekam jejak pusat keunggulan membuktikan pencapaian terbesar SHKJ dalam kurun waktu 25 tahun terakhir. Sehubungan dengan fasilitas dan pelayanan yang dimiliki, SHKJ diharapkan dapat melanjutkan pengabdian dengan memberikan sumbangsih kepada sistem layanan kesehatan Indonesia melalui pendidikan, pencegahan, skrining, diagnosis, kasus, dan rehabilitasi," demikian Caroline.

Perlu diketahui, SHKJ merupakan rumah sakit yang terletak secara strategis di Jakarta Barat, di samping jalan tol Jakarta-Merak. Kini SHKJ mengoperasikan rumah sakit modern dengan berbagai macam pelayanan klinis yang komprehensif dan beberapa pusat keunggulan yaitu jantung, orthopedi, urologi, Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Parkinson’s and Movement Disorder Center, dan Digestive Clinic. SHKJ juga telah lulus akreditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan peringkat kelulusan PARIPURNA pada 26 Maret 2014 dan meraih Grand Winner Asian Patient Safety Award dengan kategori Innovation in Safety Communication di India pada 5 September 2014.

Sedangkan Siloam adalah anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR). Adapun LPKR adalah salah satu perusahaan properti publik terbesar di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan yang memiliki sediaan tanah (land bank) luas dan pendapatan berkesinambungan yang kokoh. Bisnis LPKR meliputi perumahan (residential/ township), mall, rumah sakit, hotel, dan pengelola aset (asset management). Siloam terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan nama singkat "SILO” dan mempunyai kapitalisasi pasar sebesar Rp 16,52 triliun atau US$1.44 milyar pada 23 Juli 2014. [sam]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya