Berita

Advertorial

Mengenal Pinjaman Tanpa Agunan Syariah

KAMIS, 11 FEBRUARI 2016 | 18:17 WIB

RMOL. Bank Indonesia mendorong adanya produk kredit tanpa agunan (KTA) dari lembaga syariah. Syarat pengajuan kredit ini hampir sama dengan dengan bank konvensional.

Mengajukan pinjaman tanpa jaminan di lembaga keuangan syariah (atau Kredit Tanpa Agunan Syariah) mulai saat ini bisa anda pertimbangkan. Namun, sebelum memutuskan lebih baik lakukan riset sederhana mengenai KTA di bank konvensional seperti KTA Bank BCA dan KTA di Bank Syariah. Tujuannya, agar anda tahu mana yang sesuai dengan kebutuhan anda.

KTA bank konvensional menerapkan bunga sebagai imbalan". Imbalan ini dihitung melalui persentase tertentu. Besarannya, tergantung nilai pinjaman dan jangka waktu pinjaman. Sedangkan, KTA Syariah tidak mengenal "imbalan" itu. KTA Syariah menganut sistem kemitraan. Dana yang dicairkan pun harus ditujukan untuk hal-hal yang halal. Oleh sebab itu, saat anda mengambil KTA selalu diwajibkan menyatakan penggunaan KTA.


KTA Syariah ini mampu mencangkup pembiayaan multiguna. Artinya, anda bisa menggunakan KTA Syariah untuk pergi umroh/naik haji atau memperoleh barang di luar kendaraan bermotor, bangunan, tanah, dan logam mulia. Bisa pula anda menggunakannya untun menambah modal usaha.

Untuk mendapatkan KTA Syariah, bisa anda dapatkan melalui lembaga keuangan syariah seperti Bank Mandiri Syariah. Anda bebas menentukan besaran plafon. Bahkan, ada Bank Syariah yang siap menggelontorkan dana di atas Rp 100 juta. Meski begitu, jangan terlalu cepat mengambil kesempatan ini. Wajib hukumnya bagi anda membandingkan terlebih dahulu antara satu produk yang ditawarkan satu bank syariah dengan yang lain.

Ada tiga keuntungan bila anda mengambil KTA Syariah, yaitu, pertama, jaminan Halal. Dana yang anda dapatkan dijamin halal oleh bank syariah. Ini sangat sesuai bagi anda yang ogah-ogahan meminjam uang di bank konvensional karena ragu dengan kehalalannya. Meminjam dana melalui bank syariah bisa jadi solusi.

Kedua, fasilitas sama dengan bank konvensional. Bahkan, sama lengkapnya dengan bank konvensional. Sebagian besar bank syariah memberikan fitur yang mudah bagi anda untuk bertransaksi. Misalnya, pembayaran cicilan, internet banking, dan lain sebagainya.

Ketiga, beriabdah melalui sistem zakat. Sambil menyelam minum air. Sambil meminjam uang, anda bisa beribadah. Menggunakan produk bank syariah sama saja berpartisipasi aktif dalam pembayaran zakat. Kok bisa? Karena setiap keuntungan yang diperoleh bank syariah lebih kurang 2,5 persen wajib disalurkan untuk berzakat.

Plafon pembiayaan syariah besarannya terbatas. Mulai dari dari Rp 5 juta sampai Rp 200 juta. Jangka waktu peminjaman pun bervariasi, mulai dari setahun sampai empat tahun. Syarat untuk mendapatkan pinjaman pun berbeda-beda. Meski tanpa agunan, bank syariah tetap menerapkan aturan saat pencairan dana. Misalnya, pembiayaan tanpa jaminan hanya bisa dicairkan bila nilainya di bawah Rp 30 juta dan jangka waktu kurang dari tiga tahun. Lebih dari itu, biasanya pihak bank akan meminta agunan berupa kendaraan, rumah atau logam mulia.

Pilih mana? Itu semua tergantung kenyamanan anda. Bila anda sangat sensitif dengan status kehalalan, maka jalur syariah adalah jawabannya. Sebelum memutuskan, sekali lagi, silahkan mencari informasi selengkapnya. Ketika anda sudah mengambil produk ini, maka anda akan terikat komitmen dengan bank pemberi pinjaman. [adv]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya