Politisi Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengaku prihatin dengan maraknya perdagangan perempuan dan anak yang terjadi di Indonesia. Karena itu, wanita yang akrab disapa Sara ini menggencarkan kembali peran Yayasan ParTha atau Parinama Astha yang sempat dibangunnya untuk memerangi kasus tersebut.
"Tujuannya untuk menggencarkan kembali perjuangan kita dalam memerangi perdagangan orang yang saat ini terjadi di Indonesia," katanya saat menggelar jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta (Minggu, 31/1).
Sara menjelaskan, langkah yang dia ambil saat ini juga untuk menyelaraskan posisinya sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi masalah perempuan, anak dan sosial. Sehingga, perjuangannya di parlemen dapat lebih maksimal dan lebih nyata dengan permasalahan yang dialami rakyat Indonesia.
"Saya masuk ke DPR untuk memperjuangkan anti perdagangan orang di Indonesia. Jadi, saya rasa fair saja kalau saya bisa mulai fokus kembali di yayasan tersebut dengan upaya-upayanya," bebernya.
Kasus perdagangan manusia terbilang tinggi jumlahnya. Dengan beragam modus, banyak orang Indonesia yang diperdagangkan ke luar negeri seperti Timur Tengah. Sedangkan di Indonesia juga terjadi di Bali, Papua, Batam dan daerah-daerah lainnya.
Karena itu, Sara berencana ingin membuat database untuk korban perdagangan manusia. Sebab, saat ini kekerasan akibat perdagangan manusia hanya berasal dari laporan ke kepolisian. Sedangkan masih banyak dari mereka yang menjadi korban yang merasa takut untuk membuat laporan.
"Saya punya mimpi Indonesia bukan negara ekspor TKI, kita harus punya lapangan kerja yang baik. Kita punya impian besar, kita maunya enggak ada perdagangan manusia. Ini yang saya perjuangkan di komisi VIII DPR," jelasnya.
Dalam acara yang dibalut Trunk Show For A Cause atau bazar tersebut, Sara menggandeng artis-artis cantik dan pengusaha muda untuk turut serta memerangi perdagangan manusia. Hasil dari penjualan dari bazar didonasikan langsung ke yayasan untuk program pembinaan korban kekerasan terhadap perempuan, anak dan perdagangan manusia.
Pada kesempatan itu, Sara mengundang sejumlah artis dan pengusaha muda seperti Marcella Zalianti, Desy Ratnasari, Harumi Sudradjat, Mia Tandjung, Regina Ivanova, Ira Lembong, Irna Mareta,Roberta Kartasasmita, Tessa Wijaya Fry, Katharina Inkiriwang, Debora Kalona, Stevy Sela, Dian Aisyah, Ngai Marnova, dan Sasha Tutuko.
[wah]