Berita

libya/net

Dunia

Inggris, AS Dan Perancis Ulangi Kesalahan Irak Di Libya

MINGGU, 24 JANUARI 2016 | 17:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inggris, Amerika Serikat dan Perancis dinilai telah mengulangi kesalahan yang sama yang pernah dilakukan di Irak dengan yang saat ini terjadi di Libya.

Begitu kata wakil Perdana Menteri Libya yang baru ditunjuk Ahmed Maiteeq. Ia menyebut bahwa Inggris, Amerika Serikat dan Perancis telah gagal memberikan bantuan yang diperlukan setelah menggunakan militer untuk melengserkan kekuasaan diktator Muammar Gaddafi dari kursi kekuasaan pada tahun 2011 lalu.

Ia menyebut bahwa setelah intervensi tahun 2011 lalu, Inggris dan sekutu tidak memberikan bantuan lanjutan yang diperlukan Libya.


"Kita harus menyebut bahwa Inggris, Amerika Serikat dan Perancis tentu saja ikut campur tangan demi membantu rakyat Libya dan mendukung warga sipil. Saya pikir hal itu harus sangat dihargai," kata Maiteeg.

"Namun apa yang salah setelah itu juga harus kita bahas, ada banyak kesalahpahaman. Orang-orang berpikir bahwa Libya memiliki lembaga yang stabil dan kuat, padahal hal ini tidak terjadi," sambungnya.

Ia menyebut bahwa Gaddafi telah memimpin Libya selama 42 tahun. Sehingga ketika ia dilengserkan paksa dari kursi Presiden Libya tahun 2011 lalu, seluruh struktur negara di Libya pun menjadi berantakan.

"Setelah ia (Gaddafi) pergi, kami tidak mendapatkan bantuan yang tepat dari teman-teman dan sekutu kita dari Barat dan juga Inggris," jelasnya.

Maiteeg menegaskan bahwa saat ini yang dibutuhkan oleh negaranya adalah sekutu untuk membangun kembali lembaga serta struktur pemerintahan dengan cara yang benar.

"Mereka melakukan hal yang benar pada waktu itu (tahun 2011) untuk membantu Libya tapi bantuan ini tidak berkelanjutan untuk jangka waktu tertentu," sambungnya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya