ilustrasi/net
ilustrasi/net
RMOL. Aksi jual BBM bersubsidi dengan harga lebih tinggi dari harga konsumsi untuk sektor industri yang diduga dilakukan oleh Pertamina merupakan kejahatan negara kepada rakyat.
Pengamat ekonomi dan politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi mengatakan, Pertamina seharusnya menyesuaikan kondisi harga minyak dunia dan kondisi daya beli masyarakat yang sedang melemah.
"Ini tidak boleh terjadi. Ini bentuk yang benar-benar nyata kejahatan negara pada rakyatnya. Logikanya terbalik, solar untuk industri yang semestinya lebih mahal dari pada solar subsidi. Ini tentu tidak boleh dibiarkan,†kata dia dalam perbincangan dengan redaksi, Jumat (22/1).
Populer
Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11
Senin, 15 Juni 2026 | 02:37
Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11
Senin, 15 Juni 2026 | 19:07
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21
UPDATE
Senin, 22 Juni 2026 | 20:22
Senin, 22 Juni 2026 | 19:50
Senin, 22 Juni 2026 | 19:48
Senin, 22 Juni 2026 | 19:42
Senin, 22 Juni 2026 | 19:32
Senin, 22 Juni 2026 | 19:20
Senin, 22 Juni 2026 | 19:16
Senin, 22 Juni 2026 | 19:15
Senin, 22 Juni 2026 | 19:09
Senin, 22 Juni 2026 | 19:05