Berita

foto:net

VOX POPULI

ISIS & Angin Surga

Catatan: Budi Rahman Hakim, brh_journalist@yahoo.com
JUMAT, 22 JANUARI 2016 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mati satu tumbuh seribu. Esa hilang dua terbilang. Rupanya, adagium itu sekarang bukan hanya milik pasulan Siliwangi. Namun cocok untuk melukiskan nature jejaring organisasi teroris.

Perilaku mereka bagi umumnya manusia sehat nalar, dianggap abnormal. Tidak sedikit mencapnya psikopat. Mereka mengalami gangguan kejiwaan karena memilih jalan kematian sebagai kemuliaan, dengan cara meledakkan bom bunuh diri, tak peduli jatuh korban nyawa tak berdosa.

Tapi bagi orang-orang seperti ini, apa yang dilakukan dianggapnya sebagai pengejawantahan paling suci dari ketaatan kepada Tuhannya. Dan balasan atas pilihan mengakhiri hidup dengan cara ini luar biasa menggiurkan. Kenikmatan surga yang abadi.


Bagi mereka yang mengalami kesulitan hidup tingkat dewa di dunia ini, maka janji-janji seperti ini sangat favorit jadi pilihan. Semilir angin surgawi demikian menggoda. Bagi yang tidak memiliki ketahanan jiwa mengalami kepahitan di dunia maka tak segan mereka melakukan percepatan dan mengambil jalan pintas.

Apalagi kalau angin surgawi ini dimarketingkan oleh orang-orang yang piawai mengengginering ayat-ayat, pandai berdalil, berjanggut dan Arab look, maka dengan mudah banyak yang terbius. Klepek-klepek. Nyawa sudah diserahkan di depan.

Agen spesialis indoktrinasi jihadis seperti ini memang tidak pernah jadi ersekutor. Tugasnya ya cuci otak para calon pengantin. Karena jadi tugas rutin, sudah banyak referensi bagaimana dengan cepat para idiolog gerakan politik teror ini memproduksi kader garis keras dan berani mati.

Para idiolog ini sangat menikmati kehidupannya di dunia ini. Tidak jarang proyek teror ini 'dijual' untuk operasi intelijen negara adikuasa untuk memegang kuasa atas suatu wilayah. Mereka mendapatkan keuntungan ekonomi di sini, dengan mengkapitalisasi janji dan angin surgawi kepada orang-orang yang sudah menyerah dengan keadaan. Naudzubillahimin dzalik. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Venezuela Kecam Keras Serangan Militer AS, Maduro Umumkan Darurat Nasional

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:56

Kemenimipas Siapkan 968 Tempat Kerja Sosial

Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:41

Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela Usai Bombardir Caracas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:56

Parpol Pragmatis, Koalisi Permanen Tidak Mudah

Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:45

Pimpinan Ponpes Gontor Meninggal, Ini Jadwal Salat Jenazah dan Pemakaman

Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:54

Sikap Parpol Dukung Pilkada Dilakukan DPRD Bisa Berubah

Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:20

Pemilu Digital: Upaya Memutus Tuntas Biaya Tinggi dan Akal-akalan Demokrasi

Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:30

Bank Mandiri Sinergi dengan Kemhan Bangun 5 Jembatan Bailey

Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:55

Bulog Jamin Stok Beras di Sumatera Aman Usai 70 Ribu Hektare Sawah Terendam Banjir

Sabtu, 03 Januari 2026 | 15:11

Motorola Umumkan Tanggal Peluncuran Razr Edisi Khusus Piala Dunia 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:56

Selengkapnya