Berita

foto :medan bagus

Nusantara

Kesawan, Cagar Budaya Yang Terabaikan

MINGGU, 17 JANUARI 2016 | 13:26 WIB

RMOL. Kesawan merupakan salah satu kawasan cagar budaya Kota Medan.

Hal itu tertuang dalam Perda No 13/2011. Namun, bila kita lihat keadaan di kawasan itu, ternyata tidaklah sesempurna dengan apa yang tertuang dalam bundelan manis bernama Perda. Siapapun pasti menyepakati bahwa pengelolaan Kesawan amat karut-marut.

Beberapa bangunan yang dulunya memiliki sejarah penting bagi Kota Medan antara lain kantor Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij, Hotel Natour Dharma Deli (dulu hotel De Boer), Gedung South East Asia Bank, Kantor Pos Besar Medan, Gedung Stasiun Kereta Api, Titi Gantung, Gedung Bank Modern (dulunya kantor perwakilan Stork), rumah Tjong A Fie (hingga kini masih terawat).


Gedung Jakarta Lloyd (dulunya kantor perusahaan pelayaran The Netherlands Shipping Company dan sempat menjadi kantor Rotterdam's Lloyd), Gedung PT. London Sumatera (dulu kantor Harrison & Crossfield), Cafe Tip Top (masih beroperasi hingga kini dari zaman Kolonial Belanda), Gedung Balai Kota Lama (kini dipakai oleh Hotel Gtand Aston Medan), Bank Indonesia, Titi Gantung, Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medan, Gedung Warenhuis (Gedung AMPI), Rumah Sakit Tembakau Deli, dan mesjid lama tak lagi lestari.

Menurut pakar sejarawan Ichwan Azhari penetapan kawasan Kesawan sebagai kawasan cagar budaya kota Medan itu ompong.

"Bayangkan saja Perda sudah dikeluarkan sejak tahun 2011 namun upaya Pemerintah Kota Medan untuk membenahi Kesawan amat minim untuk menjaga kelestariannya," sesalnya seperti dimuat MedanBagus.Com.

Idealnya, menurut dia, Pemkot Medan memberikan penghargaan kepada pemilik dan pengelola bangunan cagar budaya. Dengan tujuan agar mereka turut andil menjaga dan merawat bangunan bersejarah di Kesawan.[wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya