Berita

Menko PMK: Ekspedisi NKRI Gali Potensi Perbatasan

JUMAT, 15 JANUARI 2016 | 17:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintahan Jokowi-JK membangun Indonesia dengan sistem Indonesiacentris, bukan Jawacentris. Pembangunan nasional tidak terpusat di Pulau Jawa, tetapi pembangunan di luar Pulau Jawa harus setara dengan yang ada di Jawa.

Karena itu, pemerintahan Jokowi-JK terus menjalankan program Ekspedisi NKRI sebagai salah satu program unggulan di Kementeriaan Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Melalui program tersebut, data potensi wilayah, penataan peta perbatasan, dan berbagai pengembangan potensi pembangunan bisa diketahui, terutama di daerah perbatasan dan pinggiran, bisa digali dan diberdayagunakan.

Hal tersebut ditegaskan Menko PMK, Puan Maharani, saat membuka dan membekali peserta Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus di Batujajar, Bandung, Jumat (15/1).


"Ekspedisi NKRI ini sangat relevan dalam mengisi Agenda Nawacita, yaitu kembali meneguhkan Kedaulatan Negara, ikut melaksanakan pembangunan dari pinggiran, dan ikut melaksanakan pembangunan karakter bangsa, khususnya bagi generasi muda dengan menggelorakan semangat nasionalisme dan patriotisme membangun bangsa," tegas Puan Maharani.

Ia menjelaskan, ekspedisi Papua Barat merupakan ekspedisi kedua yang dibukanya. Pada ekspedisi pertama yang berpuncak di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), hasilnya sudah sangat baik.

"Tapi saya harapkan ekspedisi kali ini, hasilnya lebih baik lagi dari yang sebelumnya,” kata Puan.

Peserta ekspedisi kali ini berjumlah 1.000 orang, atau dua kali lebih besar dari peserta sebelumnya. Mereka terdiri dari anggota Kopassus TNI, pemuda dan mahasiswa. Kepada para peserta, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengungkapkan, Ekspedisi NKRI adalah penugasan untuk bisa memberikan sesuatu yang berharga kepada masa depan bangsa dan negara.

"Data-data yang didapatkan dari lapangan akan membuka peluang untuk membangun potensi daerah wilayah yang dituju. Dengan data itulah nanti akan diketahui dengam lebih baik, apa yang perlu dibangun, apa yang kurang di Papua Barat,” katanya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait jika ada hal yang perlu kerja sama. Ia menyarankan kepada pihak TNI (Kopassus) untuk memberi penanda perbatasan pada semua wilayah/lokasi yang dikunjungi.

Pemberian tanda itu untuk pemetaan batas wilayah. Ini supaya tidak ada saling klaim antara kepala daerah soal batas wilayah. Kerap kali terjadi konflik karena batas wilayah itu,” katanya.

Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI Mohammad Herindra, mengatakan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat adalah ekspedisi ke-6 yang dilakukan Kopassus TNI sejak tahun 2013 lalu. Pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah karena program tersebut terus mendapat dukungan nyata dan kuat hingga saat ini. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya