Berita

ROMAHURMUZIY/net

Hukum

Diduga Terlibat Kasus Light Trap, KPK Diminta Periksa Rohmahurmuziy

KAMIS, 14 JANUARI 2016 | 02:31 WIB | LAPORAN:

Komite Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (13/1). Dalam orasinya, mereka meminta KPK segera menyelesaikan kasus pengadaan Light Trap (lampu perangkap hama serangga) yang melibatkan Anggota DPR Rohmahurmuziy (Romy).

Dalam unjuk rasa yang melibatkan ratusan pemuda tersebut, para demonstrans membentangkan spanduk yang bertuliskan "tangkap dan penjarakan Rohmahurmuziy". Pasalnya, hingga saat ini Romy belum sedikitpun terjamah hukum atas kasus tersebut.

"Kami meminta segera adili dan tangkap Rohmahurmuziy sebagai dalang koruptor dalam kasus pengadaan Light Trap," ujar ketua aksi unjuk rasa Andi Purwoko di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (13/1).


Menurut Andi, Rohmahurmuziy harus segera diperiksa KPK karena sudah merugikan negara mencapai Rp. 33 Miliar. KPK diminta untuk segera menuntaskan dan ungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.

Sekedar informasi, Romy diduga terlibat kasus korupsi pengadaan 7.000 lampu perangkap hama serangga di Kementerian Pertanian pada 2012. Namun, hingga kini, pihak Kejaksaan belum menemukan indikasi keterlibatan Ketua Umum PPP versi Muktamar VIII di Surabaya itu.

Di dalam kasus tersebut ada 15 orang tersangka dari pihak swasta dan Kementan, diantaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Udoro Kasih Anggoro; Manager Marketing PT Harif, IKhsan Nugraha; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Agung Wradsongko; Ketua Pokja Pengadaan, Alimin Sola; Ketua Panitia Pengadaan, Hidayat Abdurrahman; Direktur Utama (Dirut) Formitra Multi Prakasa, Agus Irwanto; Dirut PT Andalan Persada, Yanuar; Dirut PT Purna Darma Perdana, dan Amsar Sheba; Dirut PT Farsindo, Moh Yamin; Direktur CV Hanindra Karya, Didit Hanindipti; dan Direktur CV Prima Sejahtera, Azi Nurjaman.

Rencananya alat tersebut dipasang di sejumlah lahan pertanian di beberapa wilayah di Indonesia di antaranya di Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dalam kasus ini jaksa penyidik telah menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebuah mobil Jeep Wrangler Rubicon dan uang tunai Rp 6 miliar. [rus]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya