Saat akan dilengserkan dari kursi Presiden pada Juli 2001 lalu, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sempat menyampaikan akan mengerahkan ribuan anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama) dari Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk menduduki Jakarta.
Demikian disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dalam acara Haul ke-6 KH Abdurrahman Wahid di kantor MMD Initiative, Jalan Dempo No. 3 Matraman, Jakarta Pusat (Senin, 11/1).
Menurut Mahfud MD, yang saat itu menjabat Menteri Pertahanan, ucapan Gus Dur tersebut hanya ancaman. Karena sebagai politisi, sambungnya, Gus Dur pasti berusaha meraih dan mempertahankan kekuasaan. Namun, tidak pernah mempertahankan kekuasaanya dengan cara membabi buta.
"Diam-diam, saya diperintahkan Gus Dur untuk mengecek ke Jombang untuk memastikan agar tidak ada gelombang gerakan Banser yang marah karena Gus Dur akan dijatuhkan. Dia hanya menggertak, dia tidak pernah menyukai kekerasan dalam kekuasaan," ungkap Mahfud.
Acara Haul Gus Dur ini selain dihadiri para Gusdurian juga tampak sejumlah menteri saat Gus Dur menjadi Presiden pada periode 20 Oktober 1999-23 Juli 2001. Seperti Rizal Ramli yang saat itu menjadi Menko Perekonomian dan Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perindustrian era tersebut. Juga hadir Ketua DPR RI saat itu, Akbar Tandjung.
[zul]