Berita

jokowi/net

Hukum

Banggakan Hukuman Mati, Jokowi Dinilai Sarkastis

SENIN, 11 JANUARI 2016 | 20:45 WIB | LAPORAN:

. Presiden Joko Widodo menegaskan dirinya tidak bisa diintervensi siapapun dalam menjalankan pemerintahan. Mantan gubernur DKI Jakarta ini lantas menunjukkan dirinya adalah seorang pemberani dalam segala hal di saat orang meragukannya, salah satunya mengeksekusi mati para terpidana kasus narkoba. Pernyataan yang dilontarkannya dalam Rakernas I PDI Perjuangan, Minggu kemarin (10/1).
 
Pernyataan Jokowi tersebut dianggap sebagai sikap sarkastis seorang Presiden oleh Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

"Sarkas, menyebutkan diri sebagai pemberani kok untuk ambil nyawa orang," kata Koordinator Kontras Haris Azhar kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/1).
 

 
Haris lantas menantang Jokowi untuk membuktikan keberaniannya dengan mengusut kasus-kasus yang melibatkan pendukungnya selama Pilpres 2014.

"Berani tidak Jokowi mendorong agar pengadilan bisa mengadili Hendropriyono karena kasus Talangsari 1987, berani tidak periksa Megawati untuk kasus BLBI, usut kasus darurat militer di Aceh. Kalau Jokowi terima tantangan ini barulah pantas menyebut dirinya sebagai Presiden yang tidak bisa diintervensi dan pemberani," jelasnya.
 
Menurut Haris, materi yang disampaikan Jokowi dalam Rakernas PDIP tersebut justru banyak yang tidak nyambung.

"Sudah tidak ada yang bisa dijual, lalu kasus hukum mati yang dijual. Presentasi kemarin itu sangat tidak logis," ungkapnya.
 
Haris mengaku bingung dengan pernyataan Jokowi tentang keberanian menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan indikator soal hukuman mati.

"Persoalan MEA itu tentang persaingan SDM, usaha dan ekonomi, kemudian menyinggung hukuman mati. Pernyataan yang sangat ngawur itu. Malah eksekusi mati yang pelaksanaannya terkesan digembar-gemborkan Jaksa Agung telah berperan mencoreng nama baik Bangsa Indonesia di mata Internasional," bebernya.
 
Atas kondisi itu, Haris menyarankan Jokowi lebih mendengar para ahli sebelum menyampaikan presentasi di forum nasional agar tidak membuat malu. Hukuman mati, lanjutnya, bukanlah sebuah prestasi membanggakan bagi seorang Presiden dalam menjalankan pemerintahannya.

"Hukuman mati bukan tolak ukur prestasi atau keberanian seorang Presiden ataupun Jaksa Agung sebagai eksekutor. Banyak-banyak mendengar para ahli biar tahu pengetahuan dari setiap isu," tandas Haris. [wah]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya