Berita

bendera kuba dan amerika serikat/net

Dunia

Penerbangan Pertama Migran Kuba Dari Kosta Rika Dimulai Minggu Depan

KAMIS, 07 JANUARI 2016 | 15:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penerbangan pertama bagi migran Kuba yang terdampar di Kosta Rika akan dilakukan Selasa pekan depan.

Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Kosta Rika seperti dimuat Reuters pada Rabu (6/1), dalam penerbangan pertama iku ada sekitar 180 orang yang akan terbang dari Kosta Rika menuju perbatasan El Salvador dan melanjutkan perjalanan darat ke Guatemala dan kemudian Meksiko untuk selanjutnya menuju Amerika Serikat.

Diketahui, sejak beberapa waktu terakhir, sejumlah negara di Amerika Tengah seperti Kosta Rika dan Nikaragua menghadapi masalah kebanjiran migran dari Kuba. Mereka datang ke negara-negara tersebut untuk bisa kemudian pergi ke Amerika Serikat melalui jalur darat.


Jumlah migran Kuba yang menempuh jalur darat menuju Amerika Serikat sebenarnya telah meningkat sejak Desember 2014 lalu, saat kedua negara memutuskan untuk memulihkan hubungan bilateral.

Hal tersebut justru menyebabkan ribuat warga Kuba khawatir. Mereka takut hal tersebut mengubah kebijakan di Amerika Serikat terkait Kuba.

Amerika Serikat sendiri memiliki kebijakan imigrasi khusus untuk warga Kuba yang dikenal dengan sebutan "wet foot, dry foot". Kebijakan tersebut memungkinkan warga Kuba yang berhasil sampai di Amerika Serikat melalui jalur darat untuk mengajukan residensi sementara. Sedangkan warga Kuba yang masuk ke Amerika Serikat melalu jalur laut akan dipaksa kembali ke negaranya.

Kebijakan Amerika Serikat itu menyebabkan banyak migran Kuba menempur jalur darat dengan rute dari Kuba terbang ke Ekuador. Negara tersebut sebelumnya tidak mensyaratkan visa bagi warga Kuba. Kemudian, dari Ekuador, para migran melakukan perjalanan ke utara melalui Kolombia, Panama, dan Kosta Rika untuk kemudian tiba di Nikaragua dan kemudian ke sejumlah negara lainnya sebelum akhirnya tiba di Amerika Serikat.

Namun karena ada perbaikan hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini, banyak warga Kuba yang khawatir bahwa Amerika Serikat akan mengubah kebijakan "wet foot, dry foot" itu. Karena itu lah tak heran gelombang migran Kuba yang menuju Amerika Serikat semakin meningkat. Para migran tersebut hendak tiba di Amerika Serikat sebelum ada perubahan kebijakan.

Melihat fenomena tersebut, sejumlah negara yang menjadi rute para migran mengubah kebijakan mereka untuk mengerem gelombang migran Kuba. Nikaragua memutuskan untuk menutup perbatasannya bagi para migran dari Kuba sejak November lalu. Sedangkan Ekuador memperbaharui kebijakannya soal visa bagi Kuba.

Akibatnya, ribuan warga Kuba terdampat di Kosta Rika karena tidak bisa melanjutkan perjalanan darat ke Nikaragua. Kosta Rika pun sejak beberapa waktu terakhir mulai memulangkan migran Kuba ke nagaranya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya