Berita

Presiden sri lanka Maithripala Sirisena/net

Dunia

Sri Lanka Dituding Biarkan Pelanggaran HAM

KAMIS, 07 JANUARI 2016 | 14:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Sri Lanka dinilai bersalah karena telah membiarkan keberlanjutan pelanggaran hak asasi manusia terjadi. Pelanggaran yang dimaksud mencakup penyiksaan dna penahan secara ilegal.

Penilaian tersebut dibuat oleh organisasi internasional yang berbasis di Inggris, Freedom from Torture berdasarkan temuan mereka. Lembaga tersebut mendokumentasikan 27 kasus individu terkait pelanggaran HAM serius yang terjadi dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, atau tepatnya sejak Maithripala Sirisena mengambil alih kekuasaan tertinggi Sri Lanka.

Organisasi itu terlibat dengan setidaknya delapan kasus di Sri Lanka. Sebagian dari para korban barasal dari minoritas Tamil yang diduga disiksa oleh anggota intelijen negara atau militer.


Seperti dimuat The Guardian (Kamis, 7/1), organisasi itu juga menyebut adanya bukti-bukti medis atas penyiksaan tersebut dan dilakukan oleh pihak berwenang. Dengan temuan tersebut, Freedom from Torture menyebut bahwa masih ada teror dari dalam negara yang menghambat kebangkitan Sri Lanka.

Otoritas militer maupun polisi Sri Lanka selalu membantah pelanggaran tersebut.

Organisasi tersebut juga mengutip keterangan dari dua korban yang mereka tangani. Disebutkan para korban bahwa ada sebuah kamp militer di kota Vavuniya Sri Lanka yang dijadikan sebagai lokasi penahanan serta penyiksaan para korban.

Sementara itu korban lainnya mengatakan adanya pelecehan di sebuah kamp darurat di hutan. Sebagian korban ditemukan memiliki luka bekas batang logam yang dipanaskan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya