Berita

sampul charlie hebdo/net

Dunia

Surat Kabar Vatikan Kritik Sampul Charlie Hebdo Edisi Khusus

RABU, 06 JANUARI 2016 | 14:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Surat kabar Vatikan mengkritik majalah satir Perancis Charlie Hebdo karena menampilkan sampul dengan gambar ilustrasi Tuhan membawa senjata.

Sampul tersebut dibuat dalam edisi khusus untuk memperingati satu tahun penyerangan terhadap redaksi Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang.

Pada sampul tersebut digambarkan sosok seorang pria dengan janggut yang merepresntasikan Tuhan. Ia menggendong sebuah senjata api laras panjang di punggungnya. Bersamaan dengan gambar ilustrasi itu ditempatkan juga tulisan yang berbunyi "Satu tahun berlalu: Pembunuh masih ada di luar sana".

Majalah tersebut dibuat jutaan copy dan didistribusikan pada hari ini (Rabu, 6/1).

Ilustrasi gambar itu memicu kritik dari Vatikan. Surat kabar Vatican daily Osservatore Romano mempublikasikan artikel yang menyebut bahwa perlakuan semacam itu terhada agama bukan merupakan hal baru. Disebutkan juga bahwa tokoh agama telah berulang kali mengutuk kekerasan atas nama Tuhan.

"Di balik bendera sekularisme yang menipu tanpa kompromi. Majalah mingguan ini melupakan, sekali lagi apa yang telah berulang kali diserukan pemimpin agam untuk menolak kekerasan atas nama agama, menggunakan nama Tuhan untuk membenarkan kebencian adalah penghujat sesungguhnya, sebagaimana telah ditekankan oleh Paus Fransiskus beberapa kali," begitu bunyi salah satu bagian dari artikel di surat kabar tersebut seperti dimuat The Guardian.

"Terkait pilihan Charlie Hebdo, ada paradoks yang menyedihkan dari dunia yang semakin sensitif terkait kebenaran politik, hampir ke titik ejekan, namun tidak ingin mengakui atau menghormati iman kepada Tuhan, terlapas dari agama," lanjutnya.

Edisi khusus tersebut dibuat untuk menandai satu tahun serangan teror yang dilakukan oleh kakak beradik Chérif dan Saïd Kouachi terhadap redaksi Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang. 8 di antaranya merupakan staf Charlie Hebdo.

Serangan itu sendiri terjadi pada tanggal 7 Januari tahun 2015 lalu. Kedua kakak beradik itu merupakan bagian dari kelompok militan cabang al-Qaida. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya