Berita

pengungsi suriah/net

Dunia

OPCW: Gas Sarin Mungkin Masih Digunakan Di Suriah

SELASA, 05 JANUARI 2016 | 13:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tim misi pencari fakta Suriah menemukan bahwa masih ada penggunaan senjata kimia berupa gas sarin atau gas serupa sarin di Suriah.

Misi yang dilakukan oleh Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) menyebut bahwa setidaknya ada 11 investigasi yang dilakukan terkait dengan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah.

Namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal kapal dan di mana tepatnya 11 insiden itu terjadi.


"Dalam satu contoh, analisis beberapa sampel darah menunjukkan bahwa individu berada di beberapa titik terkena Sarin atau zat serupa sarin," kata OPCW dalam laporannya yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB sepetri dimuat The Guardian (Selasa, 5/1).

"Penyelidikan lebih lanjut akan diperlukan untuk menentukan kapan atau dalam situasi apa paparan tersebut mungkin terjadi," sambung laporan itu.

Sebelumnya, misi pencarian fakta OPCW di Suriah juga menemukan adanya penggunaan klorin dan gas mustard.

Laporan terbaru OPCW soal penggunaan Sarin sendiri akan menjadi salah satu bahan pembahasan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait dengan penggunaan senjata kimia di Suriah pekan ini.

Presiden Suriah saat ini Bashar al-Assad dan pasukan pemberontak Suriah telah lama dituding menggunakan senjata kimia dalam perang sipil yang terjadi dinegara tersebut.

Namun setelah serangan sarin di luar Damaskus pada Agustus 2013 lalu, masyarakat internasional menuding pemerintahan Assad. Setelah serangkaian desakan dan proses, akhirnya Assad sepakat untuk menyerahkan senjata kimianya dalam beberapa tahap.

Setelah seluruh tahapan selesai, 99,6 persen dari semua senjata kimia dinyatakan di Suriah telah hancur. Namun laporan OPCW itu menemukan fakta lain soal masih digunakannya Sarin di konflik Suriah. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya