Berita

Hanya Di Desa Sade Menculik Gadis Dihalalkan

MINGGU, 03 JANUARI 2016 | 23:58 WIB | LAPORAN:

Bila mengunjungi Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, tidak lengkap bila tidak mengunjungi salah satu kampung adat yang terletak di desa Rambitan, Kecamatan Jumputan, Kabupaten Lombok Tengah yang berjarak sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Lombok.

Kampung adat yang bernama Sade ini terbilang unik, karena seluruh warganya masih mempertahankan tradisi dan budaya suku Sasak baik dari segi aktifitas keseharian, bangunan, maupun perkawinan.

Menurut salah satu pemuda di Kampung Sade, mereka yang tinggal saat ini adalah generasi ke-15, dengan jumlah rumah sekitar 144 rumah. Rumah di Sade memiliki bentuk yang hampir sama terbuat dari kayu dengan atap rumbia, dimana bagian depan rumah pintunya dibuat rendah dan bagian tengah rumah menjulang tinggi.


"Bagian pintu depan dibuat rendah agar tamu menunduk sebagai tanda menghormati yang punya rumah," jelas salah satu pemandu yang mengantarkan RMOL memasuki salah satu rumah adat.

Salah satu rumah adat yang paling tua di Desa Sade terbuat dari kotoran kerbau, dan untuk mengepel bagian lantai ataupun tembok digunakan kotoran kerbau karena tidak menggunakan semen untuk lantainya. Bahkan bila ada yang retak cukup dilumuri dengan kotoran kerbau agar merekat kembali.

"Hampir seluruh anak muda di kampung kami menikah dengan saudara sendiri, seperti sepupu atau misan. Karena jika menikah dengan warga di luar kampung maka harus mengeluarkan biaya menikah yang sangat mahal," jelas pemandu.

Hal unik lainnya adalah, masyarakat Kampung Sade terkenal dengan tradisi Kawin Culik yakni setiap pemuda yang ingin menikah wanita pujaan hatinya maka harus menculik calon mempelai wanitanya selama satu malam, kemudian keesokan harinya, salah seorang perwakilan dari calon mempelai laki-laki mendatangi keluarga calon mempelai wanita sebagai utusan untuk melaporkan penculikan itu.

"Dengan menculik anak gadis itu, maka keluarga atau orang tua calon mempelai wanita akan merasa terhormat, dan bila dilamar malah akan merasa terhina," jelas salah satu pemuda Desa Sade lainnya.

Bila berjalan memasuki Desa Sade melalui jalanan kecil berlapis tanah, tampak berjejer aneka ragam kerajinan tangan berupa kalung, anting, gelang, gantungan kunci, kain tenun, dan lain-lainnya. Juga tampak beberapa ibu sedang membuat kain tenunan dari bahan yang terdapat di sekitar Desa Sade.

"Setiap anak gadis disini harus bisa menenun, karena tidak ada mata pencarian lain selain menenun. Sementara para lelaki pergi bertani yang mana panennya hanya setahun sekali karena sistem tadah hujan, atau pergi berladang," jelas Pemandu Desa Sade. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya