Berita

Politik

Cukup Alasan Bagi Prasetyo Mundur sebagai Jaksa Agung

MINGGU, 03 JANUARI 2016 | 20:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Muhammad Prasetyo sebaiknya segera meletakkan jabatannya sebagai Jaksa Agung. Dugaan korupsi dan kinerja buruk cukup jadi alasan Prasetyo mundur, sebelum dipaksa mundur oleh rakyat.

Begitu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Pemuda Nusantara (GPN), Muhamad Adnan, dalam keterangannya (Minggu, 3/1).  

"Rakyat sudah sangat muak dengan pejabat yang diduga terlibat korupsi dan menjadikan jabatannya untuk kepentingan politik partainya, serta tidak mampu bekerja baik untuk rakyat," kata dia.


Alasan pertama Prasetyo harus mundur, kata Adnan, kerap disebut-sebut terlibat dalam 'operasi pengamanan' kasus Bansos Sumut yang menyeret sederet politisi Partai Nasdem seperti OC. Kaligis (Ketua Mahkamah Partai), Patrice Rio Capelle (Sekjen) dan Surya Paloh (Ketua Umum). OC Kaligis dan Patrice Capella kini sudah menjadi pesakitan KPK.

Selain itu, Prasetyo juga disebut-sebut sebagai 'kolaborator' dalam proses penyanderaan politik mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Prasetyo yang berasal dari Partai Nasdem seakan mencari-cari kesalahan Setnov dengan mengusut rekaman ilegal direktur utama Freeport. Padahal secara hukum formil barang bukti yang didapatkan secara melawan hukum sama saja dengan melawan hukum sehingga penyidikan yang dilakukan Jaksa Agung adalah perbuatan melawan hukum.

Alasan lainnya, kata Adnan, Kementerian Pendayaguna Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandy memberi penilaian Kejaksaan Agung sebagai lembaga dengan kinerja 'terburuk'. Rilis rapor kinerja kementerian/lembaga yang dikeluarkan Kemenpan terhadap korps Adhyaksa menunjukkan kinerja kinerja Prasetyo jeblok.

"Kemenpan pasti menilai dengan sangat objektif dan transparan," katanya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya