Berita

Yuddy Chrisnandi/net

Menjadi Humas Pemerintah Adalah Tugas Patriotik

MINGGU, 27 DESEMBER 2015 | 06:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Calon tenaga humas pemerintah (THP) atau government public relation (GPR) harus menjadi corong-corong penyampaian program Pemerintah demi kepentingan nasional.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi kepada para calon THP terpilih menegaskan seorang GPR harus memiliki jiwa patriotisme yang tinggi.

"Menjadi humas pemerintah adalah tugas patriotik. THP adalah patriot-patriot untuk membela kepentingan Pemerintah. Yang kita perlukan adalah seorang patriot," kata Yuddy, Sabtu (26/12), seperti dilansir dari JPNN.Com.


Selain patriotisme, GPR harus memiliki kemampuan analitis dan diagnosis yang kritis terhadap setiap program Pemerintah untuk mengetahui latar belakang terbentuknya suatu kebijakan yang mencakup banyak program Pemerintah.

Yuddy menambahkan, Pemerintah saat ini membutuhkan corong-corong yang mampu mensosialisasikan serta menyebarluaskan visi dan misi Pemerintah kepada masyarakat.

"Kami bukan mencari orang yang sekadar ada, tapi kami mencari orang yang luar biasa, bukan yang biasa-biasa saja," ujarnya.

Karena itu, kepada seluruh calon GPR yang akan ditempatkan di Kementerian ataupun Lembaga Pemerintah tertentu nantinya, Yuddy menekankan untuk mengetahui secara keseluruhan tujuan, program dan kebijakan, bahkan historisnya agar mampu bekerja secara maksimal dalam memberikan penyampaian informasi yang terstruktur, cepat dan tepat sasaran.

Untuk itu, lanjut Yuddy, pengertian mengenai Nawacita dan Trisakti menjadi landasan penting yang wajib untuk diketahui oleh para GPR dalam mendukung program serta kebijakan Pemerintah.

"Seorang THP juga dituntut untuk mencari penyebab terjadinya kendala dalam melaksanakan suatu kebijakan," demikian politisi Partai Hanura ini. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya