Berita

neta s pane/net

Hukum

KISRUH FREEPORT

Polisi Didorong Periksa Aksa Mahmud dan Erwin Aksa

KAMIS, 24 DESEMBER 2015 | 14:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kasus Freeport kini menyeret-nyeret nama Wakil Presiden Jusuf Kalla setelah terungkapnya pertemuan antara Aksa Mahmud dan Erwin Aksa dengan pemilik Freeport McMoran, James Robert (Jim Bob) Moffett.

Pertemuan Aksa Mahmud dan Erwin Aksa yang merupakan Ipar dan keponakan JK tersebut ‎menciptakan kegaduhan yang bisa menyebabkan konflik, apalagi berkaitan dengan perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia.

Polri menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, sebagai penjaga situasi keamanan dan ketertiban harus turun tangan agar kegaduhan itu tidak memunculkan konflik.


"Ini sejak kasus 'Papa Minta Saham' ramai dibicarakan di dunia maya, sekarang giliran tudingan masyarakat terhadap JK bahwa keluarganya juga ikut terlibat dalam urusan perpanjangan kontrak Freeport," kata Neta S Pane, Kamis (24/12).

Untuk itu Polri menurutnya perlu juga memeriksa dan melanjuti pemeriksaan terhadap aktor-aktor yang diduga terlibat pada kasus ini.

"Kan ada SE Kapolri tentang ujaran kebencian, dan sekarang semua pihak saling tuduh baik di media maupun sosial media. Nah, polisi harusnya memeriksa mana dari tuduhan itu yang benar dan mana yang tidak. Periksa semua pihak yang terlibat. Kalau yang menuduh JK terlibat maka harus diperiksa dan kalau tuduhan itu benar maka polisi harus menindaklanjutinya," tegasnya.

Polisi juga menurutnya harus memeriksa apakah kegaduhan kasus 'Papa Minta Saham' yang melibatakan mantan Ketua DPR Setya Novanto karena dituduh meminta saham Freeport dan mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla benar adanya.

Jangan sampai menurutnya Novanto hanya dijadikan korban untuk menutupi perilaku keluarga wakil presiden yang meminta saham.

"Jangan sampai Setya Novanto dijadikan korban yang dimakan oleh 'buaya' karena mengganggu waktu makan 'buaya' dan berupaya merebut bangkai dari mulut 'buaya' yang sedang menyantapnya," kata Neta.

Kalau hal itu yang terjadi, maka Polisi ujarnya, bisa menggunakan kewenangannya memeriksa ipar dan keponakan Jusuf Kalla.

"Dengan demikian bisa ketahuan apakah pertemuan mereka dengan Jim Bob itu dalam rangka meminta saham juga, atau lainnya. Kalau tidak diperiksa yah mana kita tahu. Setya Novanto saja diperiksa oleh DPR kan," tukas Neta. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya