Berita

foto: net

Politik

Petahana Masih Mendominasi Kemenangan Pilkada

KAMIS, 24 DESEMBER 2015 | 07:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dari 264 daerah yang mengikuti gelaran Plkada serentak 2015, terdapat 151 daerah yang diikuti oleh calon kepala daerah yang kembali mencalonkan untuk kedua kalinya atau yang lebih dikenal dengan istialah petahana atau incumbent. Mulai dari kembali mencalonkan dengan pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sama (tetap kongsi), sampai dengan kembali mencalonkan dengan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berbeda (pecah kongsi).

Berangkat dari hal tersebut Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) melakukan penelitian singkat dengan memanfatkan hasil pindai C1 yang diunduh oleh KPU melalui aplikasi situng (sistem hitung), dengan tujuan untuk mengelaborasi lebih jauh tingkat keterpilihan petahana yang dikorelasikan dengan koalisi yang dibangun serta besaran indeks effective number of parliamentary parties (indeks ENPP) di parleman daerah tersebut. Namun demikian, dari 151 daerah terdapat tujuh daerah yang masih kosong karena belum melakukan upload C1, sehingga hanya terdapat 144 daerah yang memiliki petahana untuk ditelaah lebih jauh keberadaanya.

Peneliti Perludem, Heroik Pratama mengatakan berdasarkan hasil pemantauan akhir yang dilakukan pihaknya melalui laman pilkada2015.kpu.go.id pada tanggal 21 Desember 2015. Dari 144 daerah yang ada, petahana masih mendominasi kemenangan di 96 daerah dan mengalami kekalahan di 48 daerah.


Dari 96 daerah yang dimenangkan oleh petahana, 21 daerah dimenangkan oleh petahana dengan kongsi tetap dan lima daerah dengan calon petahana dengan kongsi tetap mengalami kekalahan. Selain itu, di 22 daerah dengan petahana yang pecah kongsi, 14 daerah diantaranya dimenangkan oleh mantan wakil kepala daerah. Sedangkan 8 daerah lainnya dimenangkan oleh kepala daerah sebelumnya dengan pasangan calon wakil kepala daerah baru.

Heroik Pratama mengungkapkan, jika ditinjau dari temuan ini, maka petahanan masih mendominasi kemanangan. Ini secara sederhana dapat diartikan bahwa pemilih masih menghendaki kepala daerah tersebut untuk kembali memimpin daerahnya. Dengan kata lain dapat diasumsikan bahwa, kembali terpilihnya petahana oleh pemilih merupakan bentuk penghargaan dari pemilih kepada petahana yang telah bekerja dan menghasilkan kebijakan serta program-progam yang dapat dirasakan langsung oleh pemilih di daerah pada periode sebelumnya.

Dengan skema perilaku pemilih rasional demikian, maka dapat dikatakan 96 daerah yang dimenangkan oleh petahana mendapatkan penghargaan sekaligus kepercayaan oleh pemilih, untuk kembali menghasilkan kerja-kerja yang mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat didaerahnya baik dalam bidang ekonomi maupun lainnya.

"Meskipun, perlu ada penelitian lebih mendalam terkait latar belakang apa yang menyebabkan pemilih kembali memilih petahana, apakah betul-betul berbasisikan pada kinerja dan capaian yang dilakukan oleh petahana selama lima tahun sebelumnya. Atau, hanya berbasiskan pada strategi pemenangan yang dilakukan oleh petahana dalam masa kampanye," demikian Heroik Pratama. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya