Berita

zulkifli hasan/net

Ketua MPR: Tahun 2016 Pemerintah Dan DPR Harus Fokus Bekerja

RABU, 23 DESEMBER 2015 | 09:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan kisruh dan kegaduhan politik yang terjadi selama 2015 terutama di Parlemen merupakan lelucon yang seharusnya tidak terjadi.

Menurutnya keributan tersebut membuat masyarakat makin tidak percaya pada DPR. Dan menjauhkan anggota dewan dari konsituennya. Padahal keberadaan mereka di lembaga perwakilan merupakan hasil pemilihan. Dan karena itu sudah seharusnya jika para wakil rakyat memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Sayangnya kegaduhan di lembaga perwakilan, itu ditiru oleh lembaga eksekutif. Buktinya para menteri dalam jajaran kabinet Presiden Jokowi saling serang. Mereka tidak segan melemparkan kritik secara terbuka terhadap kinerja koleganya di kabinet. Malah ada juga beberapa menteri yang sengaja menyerang menteri yang lain, untuk saling menjatuhkan.


Pernyataan itu disampaikan Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutannya pada acara refleksi akhir tahun yang dilaksanakan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara tersebut berlangsung di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, Selasa malam (22/12). Beberapa tokoh nasional dan pemuka agama terlihat hadir dalam acara tersebut. Salah satunya adalah KH. Solahuddin Wahid atau Gus Solah. Selain itu ada juga publik figur, seperti El Manik dan Yessy Gusman.

Kegaduhan seperti itu menurut Zulkifli tak boleh terjadi lagi pada 2016. Cukup sudah pada 2015 saja pertikaian itu berlangsung. Ke depan baik pemerintah maupun DPR harus fokus terhadap tugas dan kewajibannya.

"Biarlah Presiden Jokowi menjalankan seluruh janji kampanye yang dulu disampaikannya. Dan DPR fokus memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah memilihnya," kata Zulkifli menambahkan.

Karena itu menurut Zulkifli tema Saatnya Seniman, Budayawan, Olahragawan Bicara yang dipakai sebagai tema acara tersebut sangat cocok. Apalagi selama 2015 baik  Seniman, Budayawan, maupun Olahragawan tidak memiliki kesempatan bicara. Mereka terpinggirkan oleh ulah anggota DPR dan para menteri yang selalu membuat kegaduhan. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya