Berita

hanafi rais/net

KISRUH FREEPORT

Hanafi Rais: Pemerintah Harus Merevolusi Mentalnya Sendiri

SELASA, 22 DESEMBER 2015 | 11:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais mengingatkan bahwa tidak boleh ada pihak yang main-main dengan kontrak PT. Freeport Indonesia.

"Siapapun yang ngomong, termasuk Wapres, kalau mau memperpanjang kontrak Freeport maka yang bersangkutan sudah melawan amanat konstitusi UUD NRI 1945 Pasal 33," kata Hanafi kepada redaksi, Selasa (22/12).

Jelas politisi PAN ini, sesuai dengan peraturan, kontrak Freeport harus berhenti di tahun 2021.


"Pemerintah harusnya merevolusi mentalnya sendiri dari mental terjajah ke mental merdeka: Moratorium kontrak Freeport di 2021," tegas Hanafi.

Selain itu, tambah putra Amien Rais ini, Pemerintah harus menghitung semua kerugian lingkungan dan ekonomi yang selama ini dihasilkan Freeport.

"Dan harus dipastikan bahwa pemilik dan pengelola tambang yang Freeport eksploitasi selama ini benar-benar mayoritas oleh negara," demikian Hanafi.

Seperti diwartakan, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengindikasikan persetujuan Pemerintah untuk tetap memperpanjang kontrak perusahaan asal Amerika Serikat tersebut (Freeport). Kata JK, Pemerintah selalu menginginkan adanya peningkatan investasi langsung dari asing. Apalagi selama ini, Presiden Joko Widodo dan para menteri sengaja datang ke luar negeri untuk mengundang para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Kalau undang investasi dari luar, tentu investasi yang sudah ada kita jaga kelangsungannya. Kalau tidak dijaga, bagaimana bisa undang investasi lain?" ungkap JK pada 9 Desember lalu. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya