Berita

Giwo Rubianto Wiyogo/net

Peringatan Hari Ibu Harus Dijadikan Sebagai Ruang Penyadaran

SELASA, 22 DESEMBER 2015 | 09:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu. Hari Ibu adalah sebuah peringatan untuk menunjukkan penghormatan paling tinggi kita kepada kaum ibu atau perempuan. Karena demikian spesialnya kedudukan seorang ibu dibanding yang lain, maka tidak ditemui Hari Ayah. Ibu adalah poros utama dalam siklus kehidupan dan peradaban manusia.

Demikian disampaikan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo di Jakarta, Selasa (22/12).

Menurutnya, momentum Hari Ibu harus dijadikan untuk merevitalisasi pemahaman terhadap peringatan Hari Ibu yang selama ini terasa terlalu dangkal makna dan sekedar rutinitas tahunan. Sudah saatnya peringatan Hari Ibu bukan lagi sekedar mencium pipi ibu, mengajak makan bersama, memeluk, memberi bunga atau membelikan pakaian baru.


Apalagi dewasa ini banyak kasus terjadi yang menimpa kaum perempuan seperti; pelecehan, pemelehan akses dan partisipasi, pelemahan ekonomi perempuan, bahkan masih juga sering terjadi kekerasan TKW, serta kekerasan berbasis budaya.

"Dengan demikian, peringatan Hari Ibu harus kita jadikan sebagai ruang penyadaran bagi kita semua bahwa perlakuan buruk terhadap kaum ibu dan perempuan adalah penghinaan terhadap eksistensi manusia," sebut Giwo.

Jelas dia, revitalisasi ini penting dan harus mulai dikampanyekan, terutama kepada kaum laki-laki, karena ibu atau perempuan adalah muara asal usul manusia. Ibu atau perempuan secara kodrati ditakdirkan sebagai makhluk yang melahirkan generasi manusia, generasi penerus keluarga dan bangsa. Rahim yang dimiliki oleh kaum ibu atau perempuan adalah "cetakan" manusia yang tidak ada duanya atau duplikasinya. Tidak ada satupun manusia di dunia, siapapun dia dan apapun pangkatnya, yang lahir tanpa melalui rahim seorang ibu.

Oleh karena itu, kata Giwo, Kowani mengajak seluruh eleman bangsa harus menjadi Hari Ibu sebagai momentum gerakan bersama meningkatkan kualitas dan pencegahan kekerasan terhadap kaum perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Pemerintah perlu menfasilitasi dan memberikan akses seluas-luasnya untuk kaum perempuan dalam peningkatan kualitas perempuan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial-politik sebagai pilar dasar untuk kemajuan Indonesia yang ramah perempuan dan anak. Mengarusutamakan pendidikan karakter kepada seluruh elemen bangsa sebagai fondasi membangun Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya dan berdaya saing.

Legislatif perlu mengambil peran memaksimalkan perlindungan perempuan termasuk maraknya kasus kejahatan seksual terhadap perempuan yang hingga kini masih menjadi masalah serius.

Pemerintah daerah juga perlu melakukan langkah segera menginisiasi kebijakan pemberdayaan keluarga agar menghasilkan bibit generasi unggul dan visioner di masa yang akan datang.

Sementara perguruan tinggi agar terus memberikan masukan yang solutif bagi pemberdayaan dan perlindungan kaum perempuan, termasuk bagaimana mensolusi masalah TKW dan perkerja informal rumah tangga yang seringkali melemahkan kaum perempuan.

"Seluruh elemen civil society perlu meningkatkan advokasi kepada penyelenggara negara, pengerah tenaga kerja, lembaga bisnis dan seluruh elemen masyarakat dalam perlindungan tenaga kerja perempuan. Serta mendorong terwujudnya desa/kelurahan ramah perempuan di seluruh Indonesia. Dan terakhir meningkatkan peran aktif perempuan untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi," demikian Giwo. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya