Berita

foto: net

Hukum

Kasus Pembunuhan Terhadap Perempuan Meroket Di 2015

MINGGU, 20 DESEMBER 2015 | 09:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kasus pembunuhan terhadap perempuan menjadi kejahatan yang paling menonjol di tahun 2015. Indonesia Police Watch (IPW) mencatat sepanjang tahun 2015 ada sebanyak 107 kasus pembunuhan terhadap perempuan di seluruh Indonesia.

"Sebanyak 106 di antaranya tewas dan dua lainnya luka parah," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane kepada redaksi, Minggu (20/12).

Neta menjelaskan, sebagian besar perempuan yang dibunuh adalah anak baru gede (ABG) yang dibantai kenalannya. Perempuan berusia dari 4 bulan hingga 25 tahun yang dibunuh sepanjang 2015 ada sebanyak 54 orang. Perempuan berusia 26 sampai 50 tahun yang dibunuh sebanyak 39 orang, dan usia 51 sampai 70 tahun ada 15 orang.


"Sebanyak 29 korban mayatnya dibuang ke jurang, ke hutan dan ke jalanan," tambahnya.

Lanjut Neta, sementara pelaku pembunuhan sebagian besar adalah pacar dan suaminya sendiri. Perempuan yang dibunuh pacarnya sebanyak 25 orang, dibunuh kenalan 22 orang, dibunuh suami 15 orang, dibunuh rampok 12 orang, dibunuh anak 3 orang, dibunuh ayah 1 orang, dan dibunuh orang tidak dikenal 30 orang.

Neta membeberakan, kasus pembunuhan perempuan yang pertama di tahun 2015 terjadi 5 Januari. Siti Sarah (22) yang sedang hamil empat bulan tewas setelah lehernya dipukul balok dan kemudian dicekik suaminya Jumansyah alias Icang (26) di rumahnya di Sotek, Penajam Pasir Utara, Kaltim. Icang membunuh istrinya karena kesal melihat istrinya menelepon mantan pacarnya terus menerus. Kasus pembunuhan paling sadis terjadi 22 Februari 2015. Yahmini dibakar hidup-hidup oleh pacarnya Dimhari di sebuah gubuk di Desa Jogoyasan, Magelang, Jateng. Warga sempat menolong tapi akhirnya korban tewas di rumah sakit. Pelaku lalu dihukum Mahkamah Agung penjara seumur hidup.

Sementara kawasan yang paling rawan terhadap perempuan di 2015 adalah wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni mencakup Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Di kawasan ini ada 26 perempuan terbunuh, di antaranya dibunuh kenalannya 7 orang, rampok 4 orang, pacar 3 orang, suami 1 orang, dibunuh orang tak dikenal 8 orang, dan lain-lain. Daerah paling rawan bagi perempuan urutan kedua dipegang Jawa Barat. Di daerah ini ada 20 perempuan dibunuh. Jatim 19 perempuan dibunuh, Batam 8, Jateng 8, Riau 7, Sulsel 5, Sumut 3, Aceh 2, Kaltim 2, Kalsel 2, Kalbar 2, Babel, Lampung, Banten, Sulteng, dan Sultra masing-masing 1 kasus.

"Kasus pembunuhan terhadap perempuan tahun 2015 ini tergolong meningkat tajam, terutama untuk wilayah Jakarta. Di tahun 2014 di Jakarta jumlah perempuan yang dibunuh hanya 17 kasus. Sama seperti di 2014, para pelaku pembunuhan perempuan adalah orang dekatnya. Hal ini menunjukkan tidak ada jaminan lagi bahwa seorang perempuan akan aman jika berada di sekitar orang dekatnya. Untuk itu para perempuan semakin perlu melindungi dirinya sendiri," terang Neta.

Ia juga mengimbau Polri agar bekerja agresif mengungkap berbagai kasus pembunuhan terhadap perempuan ini, terutama yang dilakukan orang dekatnya. Tujuannya agar ada efek jera, sehingga kasus pembunuhan terhadap perempuan bisa menurun. Sebab sejak lima tahun terakhir kasus pembunuhan terhadap perempuan yang dilakukan orang dekatnya semakin menunjukkan tren peningkatan yang tajam. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya