Berita

martin manurung/net

Nasdem Sayangkan Sikap Menteri Jonan Yang Plin-Plan

JUMAT, 18 DESEMBER 2015 | 13:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Nasdem menyayangkan langkah Menteri Perhubungan‎ (Menhub) Ignasius Jonan yang bersikap plin-plan dalam hal menyikapi transportasi GoJek.

Ketua DPP Partai Nasdem‎ Martin Manurung mengatakan, pelarangan transportasi berbasis aplikasi online itu memantik protes masyarakat. Padahal, tumbuhnya layanan transportasi online karena Pemerintah belum mampu menyediakan transportasi publik memenuhi permintaan yang berkembang.

"Protes masyarakat itu sangat logis dan bisa dipahami. Pemerintah tak boleh hanya melarang transportasi online, sementara kebutuhan masyarakat belum mampu dipenuhi," ujar Ketua Umum Garda Pemuda Nasdem Martin ini di Jakarta, Jumat (18/12).


Semestinya, lanjut Martin, Menteri Jonan menjemput bola, bukan seketika melarang transportasi GoJek dan sejenisnya.

"Paradigma pemerintahan Jokowi-JK kan sudah bagus. Pemerintah bukan sebagai tuan yang menunggu, tetapi menjemput bola. Turun ke lapangan dan selesaikan masalah. Menteri Jonan sebaiknya melakukan langkah serupa," tambah Martin.

Menurut Martin, langkah menjemput bola adalah dengan melakukan pertemuan dengan para pelaku transportasi online. Memberikan edukasi tentang keselamatan transportasi dan membuat regulasi terkait kekosongan peraturan yang ada terkait transportasi online.

"Sayangnya, Menteri Jonan justru abai atas paradigma menjemput bola yang dilakukan pemerintahan Jokowi-JK ini," tegasnya.

"Akibat pencabutan larangan GoJek, besok-besok kalau Menteri Jonan bikin aturan, aparat di bawah akan nunggu dulu. Mereka mikir, jangan-jangan nanti dicabut lagi," kata Martin menambahkan.

Seperti diketahui, Kementeri Perhubungan kemarin mengeluarkan larangan operasi GoJek dan ‎sejenisnya lewat surat bernomor UM.3012/1/21/Phb/2015. Namun larang itu kembali dicabut. Diduga, hal itu setelah mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo dan derasnya penolakan dari masyarakat. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya