Berita

Bambang Sadono/net

MPR Turut Lestarikan Wayang Orang Lewat Sosialisasi 4 Pilar

JUMAT, 18 DESEMBER 2015 | 09:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR melalui pagelaran wayang orang, di Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (17/12). Pagelaran tersebut menampilkan kelompok Ngesti Pandoeo dengan tema Kresna Duta. Ikut hadir dalam pementasan tersebut, Bowo Sidiq Pangarso (anggota MPR Fraksi Partai Golkar), Ali Maher (anggota MPR Fraksi Partai Nasdem), dan Abdul Wachid (anggota MPR Fraksi Gerindra).

Dambutannya Bambang Sadono mengatakan penggunaan wayang orang sebagai sarana sosialisasi empat pilar merupakan pilihan yang sangat baik. Itu artinya, MPR peduli dan turut menjaga dan melestarikan kesenian tradisional. Apalagi keberadaan wayang orang semakin terpinggir dan terancam. Terbukti, saat ini hanya ada tiga group wayang orang yang masih bertahan. Yaitu Ngesti Pandowo Seamarang, Sriwedari Surakarta dan Barata Jakarta.

"Wayang orang sudah terlalu lama dibiarkan berjuang sendiri menghadapi himpitan zaman. Padahal lawan dan tantangannya semakin besar. Karena itu pemerintah harus turun tangan, ikut serta melestarikan kesenian ini agar tidak hilang dari masyarakat," kata dia lewat rilis Humas MPR, Jumat (18/12).


Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga wayang orang adalah pemberian anggaran yang asalnya dari APBD. Namuan cara tersebut harus dituangkan ke dalam Peraturan daerah, sehingga itu bisa berjalan secara berkesinambungan, tidak tergantung sipapun kepala daerahnya.

"Ini harus segera dilakukan, jangan sampai wayang orang diklaim menjadi milik negara lain, setelah itu baru kita kelabakan, dan berusaha mempertahankan," ungkap Bambang Sadono.

Sementara Kepala Biro Humas MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan pagelaran kesenian tradisional wayang orang merupakan salah satu metode sosialisasi Empat Pilar MPR. Tugas sosialisasi yang dilakukan MPR merupakan perintah UU. Karena itu pagelaran wayang orang ini merupakan tindakan sesuai UU.

Metode sosialisasi empat pilar menggunakan wayang orang merupakan cara yang unik. Sedang pemakaian wayang orang itu sendiri baru pertama dilakukan sepanjang berlangsungnya sosialisasi. Nyatanya wayang orang masih hidup dan digandrungi masyarakat.

"MPR akan terus menggunakan cara-cara yang lebih menarik dalam melaksanakan amanat UU untuk melakukan sosialisasi, salah satunya dengan sarana wayang orang. Karena kesenian wayang orang begitu diminati dan sangat dekat dengan masyarakat," kata Ma'ruf menambahkan. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya