dahnil anzar simanjuntak/net
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PP PM), Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong Komisi III DPR agar memilih calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantarasan Korupsi (KPK) secara voting terbuka.
Menurutnya, dengan cara seperti itu publik akan mengetahui dengan terang benderang prevents dan keberpihakan politik antikorupsi setiap anggota Komisi III.
"Dan itu adalah representasi dari suara partai politik mereka," kata Dahnil kepada redaksi, Kamis (17/12).
Aktivis antikorupsi ini berharap DPR melalui Komisi III bisa mendengar masukan publik terkait dengan beberapa capim yang berpotensi melemahkan KPK dan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Itulah sebabnya saya mendorong votingnya dilakukan secara terbuka," demikian Dahnil.
Sore ini, Komisi III akan memilih lima dari 10 capim KPK yang ada. Selanjutnya, mereka akan memilih satu Ketua KPK dari lima capim yang terpilih.
Inilah 10 capim KPK yang akan dipilih Komisi III DPR: Busyro Muqoddas (mantan Wakil Ketua KPK); Robby Arya Brata (mantan Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet); Agus Rahardjo (Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah); Alexander Marwata (Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak tahun 2012); Brigjen Pol Basaria Panjaitan (Widyaismara Madya Sespimti Polri); Johan Budi SP (Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK); Laode Muhammad Syarif (Lektor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan Senior Adviser Partnership for Governance Reform in Indonesia); Saut Situmorang (Staf Ahli Kepala BIN); Sujanarko (Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi KPK); dan Surya Tjandra (Pengacara Publik).
[rus]