Berita

foto: humas mpr

Mahyudin: MPR Jadi "Penjaga Gawang"

RABU, 16 DESEMBER 2015 | 12:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menyampaikan keynote speech dalam seminar kebangsaan bertema "Pancasila Merawat Indonesia" di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (16/12). Seminar ini merupakan kerjasama MPR dan Dewan Pimpinan Pusat Pro Jokowi (Projo).

Mahyudin mengungkapkan, dalam ketatanegaraan, MPR tidak hanya menjalankan fungsi sesuai UUD dan UU, tetapi lebih dari itu MPR menjadi "penjaga gawang" dalam menangkal pengaruh negatif globalisasi khususnya terhadap ideologi Pancasila.

Menurut politikus Partai Golkar ini, globalisasi membawa dampak negatif terhadap Pancasila. Dampak itu terlihat dari memudarnya nilai-nilai Pancasila di masyarakat.


"Kekisruhan baik sosial, politk, dan agama yang terjadi sekarang ini karena memudarnya nilai-nilai Pancasila di masyarakat," katanya.

Salah satu contoh kekisruhan adalah skandal "papa minta saham". "Kalau waktu lalu tidak ada menteri yang melaporkan ketua DPR, sekarang menteri melaporkan ketua DPR," katanya memberi contoh.

Globalisasi, lanjut Mahyudin, sering dipersepsikan dengan kebebasan dan persaingan bebas atau neo liberalisme. Di satu sisi, persaingan bebas menjadi penting karena mendorong efisiensi.

Tapi bagi Mahyudin, masyarakat Indonesia belum siap menghadapi persaingan bebas. Karena pendidikan masyarakat Indonesia masih rendah dan ekonominya pun belum kuat. Akibatnya, yang kaya semakin kaya dan mereka yang miskin semakin miskin.

Pada kenyataannya, Indonesia saat ini lebih liberal dibanding negara liberal lainnya. "Kita tidak cocok dengan liberalisme. Kita cocok dengan welfare state karena nilai gotong royong," kata Mahyudin.

Pancasila menjadi filosofi yang menjaga keutuhan bangsa. Mahyudin menjelaskan MPR menjadi "penjaga gawang" dengan mensosialisasikan Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika). [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya