Berita

luhut panjaitan/net

Politik

Luhut Tidak Mau Lagi Jawab Pertanyaan Wartawan Soal Kisruh Freeport

SENIN, 14 DESEMBER 2015 | 18:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menko Polhukam, Luhut Panjaitan, tidak mau lagi meladeni pertanyaan wartawan seputar kisruh perpanjangan kontrak Freeport dan dugaan pelanggaran etik Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Hal itu ditegaskannya kepada wartawan yang mencegatnya usai bersaksi di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 14/12) (Baca juga:Bukan Anti Asing, Luhut Panjaitan Tegaskan Sikap Terhadap Freeport)

"Saya sudah berikan kesaksian, dan MKD sudah berikan pertanyaan yang saya jawab dalam bidang tugas saya, dan saya berharap kepada teman wartawan sekalian mari berikan kepada MKD agar membuat keputusan supaya kegaduhan cepat berlalu. Yang salah kalau terbukti salah, biar ditindak peraturan dan UU," ujar Luhut di depan ruang sidang.


Ia juga meminta wartawan agar tidak lagi memberitakan gosip-gosip yang belum terbukti kebenarannya.

"Jangan hidup dengan gosip dan hal-hal yang tidak perlu, tapi dengan fakta yang dikedepankan," pintanya.

Luhut juga berharap kepada para wartawan, yang ia anggap sebagai yuniornya, agar tidak memicu perpecahan.

"Jangan framing diri kita dalam kelompok perpecahan. Kita adalah kelompok NKRI," tegasnya.

Luhut menekankan, usai kesaksiannya di sidang MKD hari ini, ia tidak mau lagi menjawab pertanyaan wartawan seputar isu Freeport dan pelanggaran etika Setya Novanto.

"Saya berterimakasih kepada semua teman wartawan yang meng-cover dan sejak ini saya tidak akan komentari lagi masalah Freeport ini. Saya sudah berikan yang saya tahu," terangnya.

"Saya ingin fokus pada pekerjaan saya dan banyak masalah yang harus diselesaikan. Saya minta adik-adik wartawan hormati," tutupnya. [ald] 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya